Sebanyak 10 jemaah calon haji Embarkasi Solo tertunda berangkat ke Tanah Suci pada Kamis (23/4/2026) akibat kondisi kesehatan yang menurun di Bandara Adi Soemarmo. Berdasarkan laporan Cahaya, para jemaah tersebut kini menjalani perawatan medis dan observasi sebelum diizinkan terbang pada kloter berikutnya.
Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabila Azka Amaalia, mengonfirmasi bahwa sebagian jemaah yang keberangkatannya tertunda masih berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Lima orang jemaah sedang mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan yang disediakan.
"Dua jemaah diobservasi di Klinik Embarkasi, tiga dirawat di RSUP Surakarta," ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Sementara itu, lima jemaah lainnya telah dinyatakan pulih oleh tim medis. Mereka kini sudah dipindahkan kembali ke akomodasi di Asrama Haji Donohudan untuk menunggu jadwal keberangkatan baru.
"Untuk lima jemaah yang sudah kembali ini nantinya akan diikutkan dalam penerbangan berikutnya," tambahnya.
Persoalan kursi kosong juga muncul pada Kloter 1 asal Kabupaten Tegal setelah dua jemaah dipastikan batal berangkat. Wakil Kepala Bidang Pembekalan PPIH Embarkasi Solo, David Fajar Saputra, menjelaskan bahwa kekosongan tersebut langsung diisi oleh jemaah cadangan.
"Dari daerah (Kabupaten Tegal) memang sudah open seat 2," ujarnya.
David memaparkan bahwa pemilihan jemaah pengganti dilakukan dengan mempertimbangkan jarak geografis guna mempercepat proses administrasi. Dua kursi kosong tersebut akhirnya diisi oleh jemaah dari Kota Solo yang masuk dalam daftar cadangan.
"Jadi memang kita ambilkan dari daerah terdekat dengan embarkasi, dan kita tawarkan kesediaan berangkat di kloter awal ini," jelasnya.
Proses pemberangkatan tetap berlangsung di tengah kendala kesehatan tersebut, termasuk bagi Kloter 1 yang sudah terbang pada Rabu dini hari. Salah satu jemaah, Nurdian, memberikan masukan terkait waktu kedatangan jemaah yang dinilai terlalu mepet dengan jadwal ibadah.
"Pas datang itu pas subuh, jadi terlalu mepet dengan waktu salat. Harusnya sedikit lebih awal agar bisa salat. Tapi untuk keseluruhan sudah oke," ujarnya.
Nurdian mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan berbagai persiapan fisik untuk menghadapi rangkaian ibadah di Arab Saudi. Ia merasa antusias meski sempat merasa gugup sebelum keberangkatan.
"Agak deg-degan, tapi bahagia. Alhamdulillah, kesehatan dan perbekalan sudah siap. Kami juga rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan," imbuhnya.
Hingga Kamis pagi, PPIH Embarkasi Solo mencatat telah memberangkatkan empat kloter dengan total 1.074 jemaah. Secara keseluruhan, embarkasi ini dijadwalkan menerbangkan 28.772 jemaah yang terbagi dalam 81 kelompok terbang sepanjang musim haji 2026.
| Kelompok Terbang (Kloter) | Waktu Kedatangan | Asal Wilayah |
|---|---|---|
| Kloter 7 | 06.00 WIB | Kab. Brebes dan Kab. Purbalingga |
| Kloter 8 | 09.00 WIB | Kab. Brebes dan Kab. Tegal |
| Kloter 9 | 16.00 WIB | Kab. Brebes, Kab. Pemalang, dan Kab. Tegal |
Sesuai jadwal penerbangan hari ini, Kloter 5 dijadwalkan lepas landas pada pukul 09.10 WIB. Selanjutnya, Kloter 6 yang membawa jemaah asal Kabupaten Brebes menyusul diberangkatkan pada pukul 19.05 WIB.