Sejumlah penumpang kereta api jarak jauh di Stasiun Gambir terpaksa membatalkan perjalanan dan beralih menggunakan pesawat menyusul gangguan operasional besar pada Selasa (28/4/2026). Dilansir dari Megapolitan, kondisi ini dipicu oleh pembatalan serta keterlambatan keberangkatan kereta akibat kecelakaan fatal di emplasemen Stasiun Bekasi Timur malam sebelumnya.
Kecelakaan tersebut melibatkan KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi di KM 28+920 pada Senin pukul 20.52 WIB. Data dari Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr. Martinus Ginting, menunjukkan 15 penumpang KRL meninggal dunia dan 76 lainnya mengalami luka-lukas.
Citra (31), seorang penumpang asal Tangerang, menjadi salah satu warga yang memutuskan membatalkan rencana perjalanan ke Yogyakarta karena ketidakpastian jadwal. Ia telah menunggu di stasiun sejak pagi namun kereta tujuannya tidak kunjung tiba hingga siang hari.
"Jadi aku mau cancel. Paling nanti ganti pesawat besok sih. Saya ke Yogya mau ada urusan pekerjaan," tutur Citra.
Setelah memproses pengembalian dana, Citra memilih kembali ke kediamannya sembari mencari alternatif transportasi udara untuk keberangkatan hari berikutnya. Ia mengaku tidak memiliki fleksibilitas waktu untuk menunggu normalisasi jadwal kereta api.
"Soalnya aku juga enggak punya waktu lama sampai besok," lanjut Citra.
Wanita tersebut kemudian berkoordinasi dengan anggota keluarganya untuk mengurus kepulangan dan pemesanan tiket pesawat baru. Rencana perjalanan daratnya resmi dihentikan setelah ia mendapatkan kejelasan dari petugas layanan pelanggan.
"Naik pesawat. Aku pulang lagi ke rumahku ke Tangerang," tambah Citra.
Nasib serupa dialami oleh Anya (20), seorang mahasiswi yang sudah tertahan di stasiun sejak Senin malam. Meskipun sudah sempat masuk ke dalam gerbong kereta, ia gagal berangkat karena adanya instruksi pembatalan mendadak setelah penantian panjang di peron.
"Jadwal berangkat jam 21.40 WIB. Saya sudah masuk dalam kereta. Lalu menunggu lama. Sampai jam 24.00 WIB," ujar Anya.
Gangguan operasional ini berdampak langsung pada aktivitas akademiknya di Yogyakarta sehingga ia harus segera mencari solusi transportasi tercepat. Anya sempat mengupayakan pemesanan ulang tiket kereta, namun kembali menghadapi kendala penundaan yang sama.
"Hari ini saya ada kelas. Jadi saya harus izin tidak masuk kelas hari ini. Sudah memberitahukan kondisi lewat izin," jelas Anya.
Anya menegaskan bahwa dirinya tidak akan ragu untuk menggunakan jasa penerbangan jika situasi di Stasiun Gambir tidak segera pulih. Hal ini dilakukan demi mengejar jadwal perkuliahan yang sudah tertunda satu hari.
"Kalau batal lagi sih kayaknya kalau beneran perlu banget, naik pesawat," tutur Anya.
Hingga saat ini, proses identifikasi 10 jenazah korban meninggal masih berlangsung di RS Polri Kramat Jati oleh tim gabungan Dokkes. Sementara itu, 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.