Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, Diana Felicia Suganda, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh manusia guna mendukung aktivitas sehari-hari di Jakarta pada Selasa (19/5). Langkah ini krusial lantaran konsumsi air putih biasa dinilai tidak mampu menggantikan peran vital elektrolit tersebut.
Pemenuhan komponen ini sangat mendasar mengingat mayoritas komposisi tubuh manusia, yakni sekitar 60 persen hingga 65 persen, terdiri atas cairan seperti air, darah, plasma, dan elektrolit, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia. Terdapat empat jenis komponen utama yang diperlukan tubuh, meliputi natrium, kalium, kalsium, dan magnesium.
ÔÇ£Tubuh kita ini unik dan memang kebanyakan kandungannya terdiri atas cairan. Seluruh elektrolit tersebut berfungsi untuk membantu keseimbangan cairan dalam tubuh, mendukung fungsi otot baik saat kontraksi maupun relaksasi, dan mengatur tekanan darah,ÔÇØ ujar Diana Felicia Suganda, Dokter Spesialis Gizi Klinik Universitas Indonesia.
Selain mengatur cairan, komponen-komponen ini memegang peran besar dalam menjaga kinerja organ jantung, jaringan saraf, hingga struktur tulang. Kalsium serta magnesium secara spesifik memengaruhi daya kontraksi otak, terutama ketika seseorang melakukan aktivitas fisik atau olahraga.
Apabila tubuh kekurangan unsur-unsur tersebut, sejumlah dampak negatif dapat terjadi seperti kram atau spasme otot, kondisi otot lemas dan cepat lelah, sakit kepala, hingga risiko mengalami burnout. Diana mengingatkan bahwa meminum air putih tanpa pasokan elektrolit yang memadai justru berisiko mengencerkan konsentrasi elektrolit di dalam tubuh.
ÔÇ£Kadang terjadinya pengeluaran cairan dan elektrolitnya itu kita tidak berasa. Kadang dari pipis, kadang keringat, dari napas pun kita keluarkan. Kalau sudah merasa haus itu sebenarnya sudah proses yang kesekian,ÔÇØ pungkas Diana Felicia Suganda, Dokter Spesialis Gizi Klinik Universitas Indonesia.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak membiasakan diri menahan rasa haus. Terlebih, proses pengeluaran cairan dari dalam tubuh akan tetap berlangsung meskipun seseorang hanya melakukan aktivitas dengan intensitas ringan di dalam ruangan.