Pentagon secara resmi mencopot Sekretaris Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) John Phelan dari jabatannya pada Rabu (22/4/2026) waktu setempat. Langkah mendadak ini menjadi bagian dari perombakan besar-besaran terhadap komando militer yang tengah dilakukan oleh otoritas pertahanan Amerika Serikat.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh pihak Pentagon sebagaimana dilansir dari Kompas. John Phelan menambah daftar panjang pemimpin pertahanan Amerika Serikat yang harus meletakkan jabatan, baik melalui mekanisme pengunduran diri maupun pemecatan di bawah kepemimpinan saat ini.
Hingga saat ini, belum ada alasan spesifik yang diungkapkan mengenai penyebab keluarnya pejabat sipil tertinggi di Angkatan Laut tersebut. Kepergian Phelan menjadi sorotan karena terjadi saat Angkatan Laut AS sedang aktif melakukan blokade terhadap pelabuhan Iran dan menyasar kapal-kapal yang berafiliasi dengan negara tersebut.
Pihak berwenang menunjuk Wakil Sekretaris Hung Chao, yang dikenal sebagai loyalis Trump, untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Phelan sebagai pelaksana tugas sementara. Juru Bicara Pentagon Sean Parnell memberikan konfirmasi mengenai status kepegawaian Phelan melalui saluran komunikasi resmi pemerintah.
"Phelan dicopot dari pemerintahan, efektif secepatnya," bunyi pernyataan Juru Bicara Pentagon Sean Parnell di media sosial X.
Kebijakan ini melanjutkan tren restrukturisasi yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sejak menjabat pada tahun lalu. Sebelumnya, Hegseth tercatat telah memecat perwira tertinggi Angkatan Darat, Jenderal Randy George, serta sejumlah jenderal dan laksamana lainnya di berbagai divisi militer.
Rentetan perombakan ini sudah dimulai sejak Februari 2025 dengan pencopotan Laksamana Lisa Franchetti dari posisi Kepala Operasional Angkatan Laut. Pada periode yang sama, restrukturisasi juga menyasar Wakil Kepala Staf Angkatan Udara James Slife dan Pemimpin Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Charles Brown.