Penjualan Sony PS5 Anjlok 46 Persen Akibat Kenaikan Harga

Penjualan Sony PS5 Anjlok 46 Persen Akibat Kenaikan Harga
Foto: Ilustrasi Penjualan Sony PS5 Anjlok 46 Persen Akibat Kenaikan Harga.

Sony mencatat penurunan tajam penjualan konsol PlayStation 5 (PS5) lebih dari 46 persen pada kuartal yang berakhir Sabtu (9/5/2026) menyusul lonjakan harga perangkat yang kini menyentuh angka Rp11 juta di pasar global.

Data operasional menunjukkan raksasa teknologi asal Jepang ini hanya berhasil memasarkan sekitar 1,5 juta unit PS5 hingga akhir Maret 2026, merosot signifikan dari periode tahun sebelumnya yang mencapai 2,8 juta unit sebagaimana dilansir dari Suara.

Kenaikan harga terbaru terjadi pada Maret 2026 dengan selisih mencapai 100 dolar AS dibandingkan harga saat peluncuran perdana tahun 2020. Saat ini, varian PS5 Digital Edition dibanderol seharga Rp10,4 juta, sementara model Disc mencapai Rp11,2 juta.

Secara akumulatif, total distribusi PS5 secara global telah menyentuh angka 93,7 juta unit, namun performa tahunannya menurun dari 18 juta unit pada tahun fiskal 2024 menjadi 16,5 juta unit pada tahun fiskal 2025.

Presiden dan CEO Sony, Hiroki Totoki, mengidentifikasi bahwa pembengkakan biaya produksi komponen chip memori dan perangkat elektronik lainnya menjadi pemicu utama penyesuaian harga di sisi konsumen.

"Biaya komponen yang lebih tinggi tidak hanya memengaruhi penjualan konsol, tetapi juga bisnis perangkat lunak, langganan PlayStation, dan aksesori," ujar Hiroki Totoki, Presiden dan CEO Sony.

Pimpinan Sony tersebut menegaskan bahwa tekanan biaya operasional ini berdampak luas pada seluruh ekosistem bisnis gaming perusahaan, termasuk pada layanan langganan dan penjualan aksesori pendukung.

Meskipun kondisi pasar sedang melesu, manajemen Sony menyatakan komitmen untuk tidak menaikkan harga kembali dalam waktu dekat demi menjaga profitabilitas bisnis sembari menanti momentum pertumbuhan pada tahun fiskal mendatang.

Optimisme perusahaan didorong oleh rencana peluncuran judul gim populer Grand Theft Auto VI (GTA VI) pada November 2026 yang diproyeksikan mampu memicu kembali minat beli konsumen terhadap perangkat keras PlayStation.

Bersamaan dengan tantangan penjualan PS5, Sony secara resmi mengonfirmasi bahwa proses riset dan pengembangan untuk konsol generasi berikutnya, PlayStation 6 (PS6), saat ini tengah berjalan meskipun memerlukan investasi besar pada aspek perangkat keras.

Artikel terkait

Rekomendasi