Dominasi produsen otomotif asal Jepang masih bertahan di posisi puncak pasar kendaraan roda empat Indonesia sepanjang kuartal pertama yang berakhir pada Maret 2026. Meskipun demikian, dua perusahaan otomotif asal China berhasil menembus daftar sepuluh besar merek dengan penjualan tertinggi secara nasional.
Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan total penjualan ritel mobil di Indonesia mencapai 211.905 unit pada periode Januari hingga Maret 2026. Sementara itu, angka pengiriman dari pabrik ke dealer atau wholesales tercatat sebesar 209.021 unit sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
Toyota mempertahankan kedudukannya sebagai pemimpin pasar dengan total penjualan sebanyak 64.416 unit kendaraan selama tiga bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut memberikan Toyota penguasaan pangsa pasar sebesar 30,4 persen dari keseluruhan volume penjualan nasional di Indonesia.
Kekuatan merek Jepang terlihat jelas melalui penguasaan lima peringkat teratas oleh produsen asal Negeri Sakura. Daihatsu menempati posisi kedua dengan 34.653 unit, diikuti oleh Suzuki pada urutan ketiga, sementara Mitsubishi dan Honda masing-masing mengisi peringkat keempat dan kelima.
BYD menjadi salah satu merek asal China yang menunjukkan performa signifikan dengan mencatatkan pengiriman sebanyak 10.265 unit kepada konsumen. Hasil agresif tersebut menempatkan perusahaan di posisi keenam dengan raihan pangsa pasar sebesar 4,8 persen dalam waktu singkat.
Selain BYD, merek Jaecoo di bawah naungan Chery Group turut mengamankan posisi kedelapan dalam klasemen penjualan nasional. Jaecoo membukukan penjualan sebesar 7.927 unit dengan pangsa pasar 3,7 persen yang didorong oleh popularitas model kendaraan listrik Jaecoo J5.
| Peringkat | Merek Mobil | Jumlah Penjualan (Unit) |
|---|---|---|
| 1 | Toyota | 64.416 |
| 2 | Daihatsu | 34.653 |
| 3 | Suzuki | 19.026 |
Masuknya para pemain baru dari China seperti BYD dan Jaecoo memberikan dinamika baru dalam kompetisi industri otomotif di Indonesia. Pergerakan angka penjualan ini sekaligus mencerminkan pergeseran minat konsumen terhadap pilihan kendaraan baru di awal tahun 2026.