Permintaan kendaraan listrik (EV) di pasar domestik menunjukkan tren penguatan yang sangat signifikan. Kondisi ini mencerminkan bahwa mobilitas ramah lingkungan mulai bertransformasi dari sekadar tren gaya hidup menjadi kebutuhan fungsional bagi masyarakat Indonesia.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip dari Moladin, distribusi unit dari pabrik ke diler atau wholesales menyentuh angka 14.815 unit sepanjang April 2026. Capaian ini menandai adanya lonjakan tajam sebesar 42,53% dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada Maret 2026, volume distribusi tercatat hanya berada di level 10.394 unit. Pertumbuhan pesat ini mempertegas akselerasi adopsi kendaraan listrik, khususnya pada segmen SUV dan MPV yang kini menawarkan pilihan model yang jauh lebih beragam bagi konsumen.
Peta persaingan di industri kendaraan listrik Indonesia saat ini semakin kompetitif. Sejumlah produsen lama dan pendatang baru saling berebut pangsa pasar dengan strategi harga serta fitur yang agresif. Berikut adalah rincian unit terlaris sepanjang periode tersebut.
| Peringkat | Model Kendaraan | Jumlah Distribusi (Unit) |
|---|---|---|
| 1 | Jaecoo J5 EV | 3.179 |
| 2 | BYD M6 | 2.472 |
| 3 | BYD Sealion 7 | 1.617 |
| 4 | Geely EX2 | 1.421 |
| 5 | Denza D9 | 1.032 |
| 6 | Wuling Darion EV | 628 |
| 7 | Wuling Exion EV | 591 |
| 8 | AION V | 449 |
| 9 | VinFast VF3 | 378 |
| 10 | BYD Atto 3 Advanced | 372 |
Data tersebut menunjukkan bahwa penguasaan pasar tidak lagi terpaku pada satu merek tertentu. Persaingan kini terbagi cukup merata di antara para pemain utama asal Tiongkok dan produsen otomotif asal Vietnam.
Jaecoo dan BYD Pimpin Performa Penjualan
Jaecoo J5 EV mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan total pengiriman sebanyak 3.179 unit. Angka ini mengalami pertumbuhan sekitar 7,44% jika dibandingkan dengan capaian bulan Maret 2026 yang berjumlah 2.959 unit.
Keberhasilan Jaecoo dalam menjaga dominasi ini dipengaruhi oleh konsistensi desain serta penyematan fitur yang dianggap sesuai dengan ekspektasi segmen SUV listrik di tanah air. Di sisi lain, lonjakan paling dramatis justru diperlihatkan oleh BYD M6.
Model BYD M6 mencatatkan kenaikan drastis dari 976 unit pada bulan sebelumnya menjadi 2.472 unit di April 2026. Pencapaian ini memperkokoh posisi BYD sebagai salah satu pilar utama di pasar EV nasional, didukung oleh model lain seperti Sealion 7 dan Atto 3 Advanced.
Terdapat beberapa faktor krusial yang mendorong melesatnya angka penjualan kendaraan listrik di Indonesia. Dukungan insentif dari pemerintah menjadi stimulus utama bagi konsumen untuk beralih ke teknologi bertenaga baterai.
Selain faktor regulasi, ketersediaan infrastruktur pengisian daya (charging station) yang terus diperluas turut meningkatkan kepercayaan diri pembeli. Kesadaran akan efisiensi operasional dan dampak lingkungan juga menjadi pertimbangan utama di tengah beragamnya pilihan model yang tersedia saat ini.