BPS Catat Pengangguran Perkotaan Capai 5,60 Persen pada Februari 2026

BPS Catat Pengangguran Perkotaan Capai 5,60 Persen pada Februari 2026
Foto: Ilustrasi BPS Catat Pengangguran Perkotaan Capai 5,60 Persen pada Februari 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,24 juta orang pada Februari 2026, yang menunjukkan penurunan sebanyak 35 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski secara nasional menyusut, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah perkotaan tercatat masih jauh lebih tinggi daripada di area perdesaan.

Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan TPT nasional berada di angka 4,68 persen, mengalami penurunan sebesar 0,08 persen dari Februari 2025. Fenomena kesenjangan ketersediaan lapangan kerja antara kota dan desa menjadi sorotan dalam laporan tersebut sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Dokumen Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2026 merinci perbedaan signifikan pada daya serap tenaga kerja berdasarkan wilayah tempat tinggal penduduk.

"Menurut daerah tempat tinggal, pada Februari 2026 TPT perkotaan sebesar 5,60%, lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan sebesar 3,20%. Dibandingkan Februari 2025, TPT perkotaan dan perdesaan masing-masing menurun sebesar 0,13% poin," tulis dokumen Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2026, dikutip Rabu (6/5/2026).

BPS mendefinisikan pengangguran sebagai penduduk usia 15 tahun ke atas yang sedang mencari kerja, menyiapkan usaha, atau mereka yang sudah diterima bekerja namun belum memulai aktivitasnya. Indikator TPT digunakan untuk memotret sejauh mana pasokan tenaga kerja belum termanfaatkan secara optimal oleh pasar.

Berdasarkan struktur demografi, kelompok usia muda antara 15 hingga 24 tahun mencatatkan persentase pengangguran tertinggi yang menyentuh angka 16,36 persen. Sebaliknya, penduduk kategori usia tua di atas 60 tahun memiliki tingkat pengangguran paling rendah yakni 1,89 persen.

"TPT menurut kelompok umur tersebut memiliki pola yang sama sejak Februari 2024. Dibandingkan Februari 2025 hanya kelompok umur 25-59 tahun yang mengalami penurunan TPT yakni sebesar 0,11% poin, sementara kelompok umur lainnya mengalami kenaikan TPT," jelas BPS.

Analisis berdasarkan latar belakang pendidikan menunjukkan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi komposisi pengangguran di Indonesia. Pada Februari 2026, angka pengangguran lulusan SMK mencapai 7,74 persen, menjadi yang tertinggi di antara jenjang pendidikan lainnya.

"TPT paling rendah berada pada tingkat pendidikan SD ke bawah yaitu sebesar 2,32%," jelas BPS.

Artikel terkait

Rekomendasi