Sebanyak 1.948 personel kepolisian dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi demonstrasi massa buruh di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/4/2026) mulai pukul 10.00 WIB. Pengamanan ketat dilakukan guna memastikan kelancaran unjuk rasa yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP FSPMI).
Penyiagaan ribuan personel tersebut dikonfirmasi oleh pihak Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat guna mengantisipasi eskalasi massa di lapangan. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Megapolitan, otoritas keamanan telah memetakan titik-titik penjagaan di sepanjang area gerbang utama parlemen.
"1.948 personil untuk pengaman di depan DPR/MPR RI," ujar Erlyn saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyatakan bahwa skema pengalihan arus lalu lintas di kawasan Senayan dan sekitarnya belum diterapkan secara permanen. Pengaturan kendaraan di lokasi unjuk rasa akan dilakukan secara fleksibel berdasarkan kondisi kepadatan massa yang berkumpul.
Erlyn juga memberikan imbauan kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan di sekitar Gedung DPR/MPR RI untuk meminimalisir dampak kemacetan. Masyarakat diharapkan mencari rute lain demi kenyamanan bermobilitas selama kegiatan berlangsung.
Pihak buruh sendiri menegaskan bahwa aksi massa yang berlangsung pada 16 April 2026 ini merupakan agenda pemanasan sebelum puncak peringatan hari buruh sedunia. Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI), Said Iqbal, dalam keterangan sebelumnya.
"FSPMI akan menggelar aksi Pra-May Day pada 16 April 2026 di depan DPR RI," kata Iqbal dalam konferensi pers secara daring pada Senin (6/4/2026).
Iqbal menambahkan bahwa keterlibatan FSPMI dalam unjuk rasa ini memiliki peran krusial sebagai organisasi yang bernaung di bawah koordinasi KSPI. Aksi tersebut menjadi momentum penyampaian aspirasi pekerja sebelum memasuki bulan Mei.
"Ini aksi FSPMI yang merupakan salah satu anggota KSPI sebagai pemanasan jelang peringatan May Day," tuturnya.