Pengadilan federal di Oakland, California, Amerika Serikat resmi menolak seluruh gugatan hukum yang diajukan oleh Elon Musk terhadap OpenAI dan CEO Sam Altman pada Senin (18/5/2026) waktu setempat. Langkah hukum ini kandas setelah juri menilai berkas tuntutan dimasukkan melewati batas waktu hukum yang berlaku.
Dilansir dari Tekno, keputusan penolakan tersebut disetujui oleh Hakim Yvonne Gonzalez Rogers setelah juri federal melakukan musyawarah selama kurang dari dua jam. Karena kendala teknis waktu tersebut, persidangan tidak dapat dilanjutkan untuk memeriksa pokok perkara utama yang dituduhkan.
Perkara ini bermula ketika Elon Musk menggugat OpenAI, Sam Altman, dan Presiden OpenAI Greg Brockman pada Februari 2024. Pendiri Tesla tersebut menuduh OpenAI telah menyimpang dari misi awalnya sebagai organisasi nirlaba setelah mendirikan entitas bisnis profit dan menerima investasi miliaran dollar AS dari Microsoft.
Dalam tuntutannya, Musk menilai OpenAI telah menyalahgunakan organisasi amal demi memperkaya jajaran petinggi perusahaan. Ia menuntut ganti rugi sebesar 150 miliar dollar AS, pencopotan Altman dari dewan direksi, serta pembatalan restrukturisasi perusahaan.
Di sisi lain, tim pengacara OpenAI berargumen bahwa Musk sebenarnya sudah mengetahui arah perubahan perusahaan sejak lama. Mereka membeberkan bukti bahwa pada 2017, Musk pernah mendorong OpenAI menjadi entitas profit bahkan mencoba menggabungkannya dengan Tesla.
Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi Musk, sekaligus memastikan kelancaran rencana penawaran saham perdana atau IPO OpenAI. Setelah putusan dibacakan, Musk langsung menyampaikan protes keras melalui media sosial.
"Pengadilan dan juri tidak pernah benar-benar memutus substansi kasus ini, hanya persoalan teknis soal waktu," tulis Musk di X (Twitter) via akun @elonmusk.
Menyikapi hasil sidang tersebut, pihak penggugat menyatakan tidak akan berhenti pada putusan tingkat pertama ini. Kuasa hukum Musk, Marc Toberoff, memastikan bahwa timnya akan segera melanjutkan perkara ini ke tingkat banding.