Badan Gizi Nasional (BGN) merealisasikan pengadaan puluhan ribu unit sepeda motor listrik untuk menunjang operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia pada Selasa (7/4/2026). Pengadaan kendaraan roda dua ini diprioritaskan bagi mobilitas di wilayah terpencil dan akses jalan sempit.
Langkah ini diambil guna mengoptimalkan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi fokus utama lembaga tersebut. Sebagaimana dilansir dari Detik Oto, kendaraan ramah lingkungan ini akan digunakan oleh para Kepala SPPG dalam menjalankan tugas lapangan mereka.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Gizi, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa proses distribusi unit akan mengikuti hasil pemetaan kebutuhan di lapangan. Ia menekankan pentingnya aksesibilitas bagi petugas di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.
"Distribusi sepeda motor akan disesuaikan kebutuhan. Data unit yang sudah berjalan akan dilihat kembali. Pengadaan sepeda motor direncanakan untuk seluruh daerah, terutama daerah terpencil, termasuk Jakarta untuk sekolah di gang-gang sempit," kata Sony Sonjaya, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Gizi.
Sony juga memastikan bahwa seluruh tahapan belanja barang ini dilakukan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Ia menegaskan kesiapan lembaga untuk menghadapi pengawasan dari pihak berwenang terkait penggunaan anggaran negara tersebut.
"Proses pengadaan dilakukan sesuai aturan. Jika ada penyimpangan, itu menjadi ranah aparat penegak hukum," kata Sony Sonjaya, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Gizi.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi mengenai jumlah unit yang dipesan untuk operasional tersebut. Hal ini dilakukan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat mengenai volume pengadaan kendaraan tersebut.
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional.
Berdasarkan data resmi, jumlah motor listrik yang disiapkan tidak mencapai angka 70.000 unit sebagaimana isu yang berkembang sebelumnya. Dadan merinci bahwa jumlah realisasi pengadaan telah disesuaikan dengan kontrak pemesanan tahun lalu.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," sebut Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional.
Meskipun total anggaran secara mendetail tidak disebutkan oleh pihak BGN, data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Inaproc menunjukkan adanya dua paket pengadaan kendaraan roda dua yang cukup besar. Kedua paket tersebut tercatat memiliki nilai Rp 1,22 triliun yang bersumber dari APBN dengan skema e-purchasing untuk wilayah I hingga III serta seluruh wilayah Indonesia.