Seorang perempuan berinisial I (50) ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakannya yang berlokasi di kawasan Pakualam, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, pada Kamis (16/4/2026). Penemuan jasad tersebut memicu penyelidikan intensif oleh gabungan petugas dari Polsek Serpong, Polres Tangerang Selatan, dan Polda Metro Jaya di lokasi kejadian.
Dilansir dari Megapolitan, garis polisi telah terpasang di area kontrakan untuk membatasi akses warga selama proses olah tempat kejadian perkara (TKP) berlangsung. Petugas kepolisian terpantau melakukan pemeriksaan mendalam di dalam bangunan sementara situasi di sekitar lingkungan tampak lengang.
Prangki, seorang petugas keamanan setempat, menjelaskan bahwa penemuan korban bermula dari laporan warga mengenai suara tangis anak-anak dari dalam rumah sekitar pukul 01.30 WIB. Ia segera menuju lokasi dan mendapati korban sudah dalam posisi tidak bernyawa di lantai rumah.
"Pas saya datang, posisi korban sudah tergeletak. Keluarganya sempat minta tolong buat disentuhin, tapi saya enggak berani," kata Prangki, Sekuriti.
Prangki menambahkan bahwa dirinya tidak dapat memastikan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau keberadaan bercak darah di lokasi tersebut. Ia memilih menyerahkan proses identifikasi sepenuhnya kepada pihak berwajib.
"Kalau luka-luka saya enggak tahu, karena itu urusannya polisi," ucap Prangki, Sekuriti.
Ketua RT 04 Pakualam, Satibi, menuturkan bahwa ia menyambangi kediaman korban setelah mendapat laporan dari pihak keamanan pada dini hari. Saat tiba, ia mendengar anak-anak korban sedang menangis di dekat jasad ibu mereka.
"Terus saya datang ke rumah, dengar anak-anaknya sudah pada nangis. Saya cuma lihat dari pintu, kelihatan korban ada di bawah tempat tidur, dekat kipas," ujar Satibi, Ketua RT 04.
Satibi menjelaskan bahwa warga baru masuk ke dalam kontrakan setelah anggota keluarga korban tiba di lokasi kejadian. Korban diketahui sudah menetap di lingkungan tersebut bersama anaknya selama sekitar satu tahun, dan muncul informasi mengenai keberadaan mantan suaminya.
"Emang ada sih laporan yang masuk ke saya kalau mantan suaminya. Nikahnya juga nikah siri, tapi kalau cerai kapan saya juga kurang tahu," ucap Satibi, Ketua RT 04.
Aparat kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB untuk melakukan prosedur pemeriksaan. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang pada pukul 03.30 WIB guna menjalani proses otopsi.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, memberikan penegasan bahwa tim penyidik masih mendalami penyebab pasti kematian perempuan tersebut. Kepolisian belum bisa menyimpulkan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa ini.
"Kepolisian sudah melakukan olah TKP dan melakukan otopsi terhadap korban. Sambil menunggu hasil otopsi kami melakukan serangkaian proses penyelidikan," ucap AKP Wira Graha Setiawan, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan.