| ÔùÅ Perpanjangan penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara berpotensi meredakan tensi likuiditas. ÔùÅ Dengan likuiditas yang lebih longgar, perbankan memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan penyaluran kredit. ÔùÅ Meredanya tekanan likuiditas dinilai dapat membantu menurunkan tekanan suku bunga dana pihak ketiga (DPK). |
| ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- |
JAKARTA, investortrust.id - Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro membeberkan sejumlah dampak positif dari perpanjangan penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) sebesar Rp 200 triliun di bank-bank Himbara (himpunan bank milik negara). Kebijakan tersebut berpotensi meredakan tensi perebutan likuiditas di industri perbankan, khususnya di bank-bank besar.
ÔÇ£Pas jatuh tempo 13 Maret nanti, maksudnya sudah ada sinyal-sinyal mau ditarik itu kemudian ditarik tentu akan kurang pas waktunya. Karena di saat yang bersamaan Imlek tentu likuiditas juga lagi tinggi, lalu menuju lebaran dan lain sebagainya,ÔÇØ ujarnya, dalam Silaturahmi Bank Mandiri bersama Media, di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Andry menilai, jika dana SAL ditarik pada saat momen kebutuhan likuiditas sedang tinggi maka waktunya kurang tepat. Perpanjangan tersebut akan membantu meredakan tensi perebutan likuiditas.
Sebab, lanjut dia, tantangan pertumbuhan kredit perbankan saat ini bukan hanya dari sisi permintaan, tapi juga dari sisi penawaran atau supply, yaitu kecukupan likuiditas di masing-masing bank.
Lebih lanjut, Andry menilai, perpanjangan penempatan dana SAL tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan kredit. Dengan likuiditas yang lebih longgar, bank memiliki ruang yang lebih besar untuk menyalurkan pembiayaan.
ÔÇ£Dengan adanya dana SAL yang ditaruh, ini akan bisa melonggarkan likuiditas, sehingga ada ruang untuk bank meningkatkan pertumbuhan kredit,ÔÇØ katanya.
Selain itu, meredanya tensi likuiditas juga dinilai bisa berdampak pada penurunan tekanan suku bunga. Meskipun BI Rate telah turun dari level tertinggi 6,25% menjadi 4,75%, penurunan suku bunga dana pihak ketiga (DPK) dinilai masih relatif terbatas.
ÔÇ£Ini yang kemudian harusnya bisa berdampak positif. Ini kan juga cukup panjang, nanti kan enam bulan lagi, sampai September. Saya rasa kemungkinan juga akan diperpanjang lagi (dana SAL). Tapi kita lihat,ÔÇØ ucap Andry.