Pria Bersenjata Serang Wisatawan di Piramida Teotihuacan Meksiko

Pria Bersenjata Serang Wisatawan di Piramida Teotihuacan Meksiko
Foto: Ilustrasi Pria Bersenjata Serang Wisatawan di Piramida Teotihuacan Meksiko.

Aksi penembakan mematikan terjadi di kompleks wisata Piramida Teotihuacan, Meksiko, pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Seorang pria bersenjata menembak mati seorang turis wanita asal Kanada dan melukai tujuh orang lainnya sebelum akhirnya tewas di lokasi kejadian.

Insiden berdarah ini dilansir dari Detik Travel bermula saat pelaku yang diidentifikasi sebagai Julio Cesar Jasso Ramirez mulai melepaskan tembakan di kawasan padat pengunjung. Aparat gabungan tiba di lokasi 25 menit setelah laporan pertama diterima dan sempat terlibat baku tembak dengan pria berusia 27 tahun tersebut.

Greg Magadini, seorang turis asal Amerika Serikat, menceritakan detik-detik mencekam saat ia terpaksa melompat dari ketinggian demi menghindari peluru. Magadini sedang mengikuti tur rombongan ketika situasi berubah menjadi kekacauan massal di antara bangunan bersejarah tersebut.

"Suara tembakan terdengar semakin keras karena memantul di area piramida," ujar Greg Magadini, Wisatawan AS.

Pria tersebut berhasil selamat dengan luka gores ringan, namun salah satu rekannya harus dilarikan ke rumah sakit akibat cedera pergelangan kaki. Magadini memperkirakan posisi pelaku hanya berjarak sekitar 12 meter darinya saat ia memutuskan untuk melompat mencari perlindungan.

"Itu sangat menakutkan," kata Greg Magadini, Wisatawan AS.

Saksi lain di lokasi, Abigail Stoddard, mengungkapkan bahwa awalnya suara letusan senjata tersebut tidak memicu kecurigaan karena dikira sebagai bagian dari perayaan. Stoddard baru menyadari bahaya setelah melihat kerumunan orang berlarian menyelamatkan diri.

"Kami mulai mendengar tembakan, tapi tidak langsung curiga karena kami diberi tahu mungkin itu kembang api," ungkap Abigail Stoddard, Saksi Mata.

Abigail bersama pasangannya kemudian bersembunyi di balik tembok kompleks piramida. Ia menyaksikan langsung momen tragis saat korban tewas yang berada di puncak bangunan terkena tembakan pelaku.

"Kami melihat perempuan asal Kanada itu di puncak, yang kemudian tewas tertembak. Itu sangat menakutkan," kenang Abigail Stoddard, Saksi Mata.

Wisatawan lainnya, Jacqueline Gutierrez, melaporkan bahwa pelaku sempat meneriakkan pesan kebencian yang ditujukan kepada para turis asing. Gutierrez sempat merekam video yang menangkap suara ancaman pelaku di tengah situasi genting tersebut.

"Ini tempat untuk pengorbanan, bukan untuk kalian mengambil foto-foto bodoh," jelas Jacqueline Gutierrez, Wisatawan.

Berdasarkan rekaman tersebut, pelaku mengancam akan mengorbankan siapa saja yang bergerak dari tempatnya. Sementara itu, pengunjung bernama Tim Chung menyadari situasi darurat setelah melihat jatuhnya korban dari platform pengamatan.

"Saat itu saya tahu ada sesuatu yang buruk terjadi," ucap Tim Chung, Pengunjung.

Pasca-kejadian, aparat keamanan melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah barang bukti di dalam tas milik pelaku. Jaksa Agung Meksiko, Jose Luis Cervantes Martinez, menyebutkan adanya indikasi gangguan psikologis pada pelaku berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan.

"Bukti yang ada sejauh ini menunjukkan profil psikopat pada pelaku," kata Jose Luis Cervantes Martinez, Jaksa Agung Meksiko.

Selain senjata api dan pisau, petugas menemukan 52 butir amunisi serta catatan yang merujuk pada tragedi penembakan sekolah Columbine di Amerika Serikat. Pemerintah Meksiko mengonfirmasi bahwa enam korban luka berada dalam kondisi serius, sementara beberapa lainnya telah diperbolehkan pulang.

Pemerintah Amerika Serikat melalui Duta Besar Ronald Johnson menyatakan telah memberikan bantuan konsuler bagi warga negaranya yang menjadi korban. Johnson menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi yang terjadi di situs warisan dunia tersebut.

"Kami mengikuti perkembangan ini dengan duka mendalam. Doa kami untuk para korban dan keluarga mereka," ungkap Ronald Johnson, Duta Besar AS untuk Meksiko.

Kawasan Teotihuacan kini telah dibuka kembali untuk publik oleh otoritas setempat. Namun, akses wisatawan menuju Piramida Bulan masih ditutup sepenuhnya untuk keperluan investigasi lebih lanjut.

Artikel terkait

Rekomendasi