Peneliti Temukan Kembali Hiu Gangga Langka di Kalimantan Utara

Peneliti Temukan Kembali Hiu Gangga Langka di Kalimantan Utara
Foto: Ilustrasi Peneliti Temukan Kembali Hiu Gangga Langka di Kalimantan Utara.

Populasi Hiu Gangga (Glyphis gangeticus) yang selama puluhan tahun dianggap nyaris punah dari perairan dunia ditemukan kembali di Indonesia. Spesies hiu air tawar ini terdeteksi di Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.

Keberadaan satwa langka tersebut terungkap melalui riset kolaborasi antara Universitas Hasanuddin (Unhas), James Cook University dari Australia, dan Universitas Borneo Tarakan, seperti dikutip dari Media Indonesia.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) menetapkan Hiu Gangga dalam kategori Sangat Terancam Punah karena kemunculannya tercatat kurang dari sepuluh kali sejak tahun 2000 di habitat aslinya.

Tim peneliti gabungan berhasil mengamati 43 spesimen Hiu Gangga di perairan Sungai Sesayap dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu pada penelitian lapangan tahun 2023.

Sungai Sesayap kemudian ditetapkan sebagai Important Shark and Ray Area (ISRA) pada tahun 2024 karena fungsinya sebagai daerah asuhan utama bagi spesies hiu sungai yang sangat langka tersebut.

Pihak Universitas Hasanuddin menjelaskan bahwa keterlibatan mereka sejak tahun 2022 bertujuan untuk menyusun model konservasi yang melibatkan masyarakat lokal secara adil.

"Temuan ini adalah tentang bagaimana kita membangun model konservasi yang dapat diterima masyarakat. Kami mendorong lahirnya konsorsium riset hiu dan pari di Kalimantan agar penguatan data ilmiah dan kebijakan dapat berjalan beriringan," ujar Perwakilan Rektor Unhas, Prof. Rohani Ambo Rappe dalam keterangannya di Makassar, Senin (25/5).

Prof. Rohani Ambo Rappe menambahkan bahwa riset ini menjadi bentuk komitmen perguruan tinggi dalam menyajikan sains yang berdampak langsung terhadap isu lingkungan global.

Peneliti dari James Cook University, Michael Grant, mengutarakan bahwa status ISRA memicu harapan agar perlindungan ekosistem sungai di Kalimantan Utara menjadi prioritas nasional maupun internasional.

Konteks Global Ancaman Kepunahan Hiu

Temuan di Kalimantan Utara menjadi bagian penting dari penyelematan ekosistem air tawar, di tengah tingginya ancaman terhadap populasi hiu secara global.

Studi dari Stanford University pada 3 November 2025 menunjukkan bahwa sepertiga dari 500 spesies hiu di dunia berada di ambang kepunahan akibat polusi, kerusakan habitat, dan penangkapan berlebihan.

Upaya pelacakan spesies hiu yang terancam punah kini juga mulai memanfaatkan inovasi teknologi, termasuk penggunaan DNA lingkungan (eDNA) yang dikembangkan ilmuwan pada 8 November 2025.

Fenomena kemunculan hiu langka di lokasi tidak terduga sebelumnya juga sempat terjadi saat seekor hiu Greenland ditemukan terdampar di pesisir Irlandia pada 16 April 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi