Pendapatan TBS Energi Utama Melonjak 20,6 Persen di Kuartal I/2026

Pendapatan TBS Energi Utama Melonjak 20,6 Persen di Kuartal I/2026
Foto: Ilustrasi Pendapatan TBS Energi Utama Melonjak 20,6 Persen di Kuartal I/2026.

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menunjukkan ketangguhan finansial di tengah transisi bisnis menuju sektor berkelanjutan pada periode awal tahun ini. Emiten berkode saham TOBA tersebut berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional sepanjang kuartal pertama 2026.

Dikutip dari Market, laporan keuangan perusahaan menunjukkan pendapatan mencapai US$86,3 juta pada kuartal I/2026. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 20,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sektor pengelolaan limbah kini menjadi tulang punggung baru bagi pendapatan konsolidasi perusahaan dengan kontribusi mencapai 60 persen. Bahkan, lini bisnis ini menyumbang hingga 93 persen dari total EBITDA yang disesuaikan.

Pertumbuhan di segmen pengelolaan limbah tercatat sangat signifikan dengan lonjakan 447,69 persen secara tahunan. Nilai pendapatannya meroket dari US$9,4 juta pada awal 2025 menjadi US$51,9 juta pada tiga bulan pertama 2026.

Meskipun masih menghadapi tekanan pada sisi profitabilitas, TOBA berhasil menekan kerugian bersih hingga 83,8 persen secara tahunan menjadi US$9,6 juta. Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan tetap terjaga stabil di angka US$12,6 juta.

Andhika Audrey, analis dari BRI Danareksa Sekuritas, menilai bahwa pergeseran fokus dari batu bara menuju portofolio berkelanjutan merupakan proses struktural. Menurutnya, fluktuasi kinerja merupakan hal wajar dalam fase optimisasi aset baru.

"Oleh karena itu, kerugian yang kebanyakan adalah non-tunai, yang muncul saat ini lebih bersifat sementara dan tidak mencerminkan penurunan kualitas fundamental. Yang penting pendapatan terus bertumbuh dan efisiensi arus kas," kata Audrey.

Arah transformasi yang dijalankan TOBA dinilai mulai membuahkan hasil nyata. Penguatan kontribusi dari bisnis berkelanjutan dalam struktur pendapatan menjadi sinyal positif bagi masa depan perusahaan di pasar regional.

Ekspansi Ekosistem Kendaraan Listrik

Selain sektor limbah, pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga menunjukkan progres yang masif. Hingga penutupan kuartal I/2026, jumlah armada yang dioperasikan perusahaan telah mencapai 9.082 unit atau tumbuh 78 persen secara tahunan.

Langkah ini didukung oleh perluasan infrastruktur pendukung yang signifikan. Jumlah stasiun penukaran baterai tercatat telah mencapai 426 unit, mengalami kenaikan sebesar 37 persen dibandingkan kuartal yang sama di tahun sebelumnya.

"Dengan arah transformasi yang terus berjalan, kinerja ke depan diperkirakan akan semakin ditopang oleh portofolio usaha yang lebih beragam dan berorientasi jangka panjang," ujar Audrey.

Artikel terkait

Rekomendasi