Pendapatan Indika Energy Tumbuh Jadi US$ 493,22 Juta Kuartal I-2026

Pendapatan Indika Energy Tumbuh Jadi US$ 493,22 Juta Kuartal I-2026
Foto: Ilustrasi Pendapatan Indika Energy Tumbuh Jadi US$ 493,22 Juta Kuartal I-2026.

PT Indika Energy Tbk (INDY) berhasil mencatatkan performa keuangan yang positif sepanjang tiga bulan pertama pada tahun 2026.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip dari Investasi, pendapatan perusahaan tumbuh sebesar 0,74% year on year (yoy) hingga mencapai US$ 493,22 juta pada kuartal I-2026. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan perolehan kuartal I-2025 yang tercatat senilai US$ 489,60 juta.

Sektor sumber daya energi menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan INDY pada kuartal I-2026 dengan kontribusi mencapai US$ 388,47 juta.

Selanjutnya, aliran pendapatan emiten ini ditopang oleh segmen jasa energi senilai US$ 68,71 juta, serta segmen logistik dan infrastruktur yang menyumbang sebesar US$ 43,15 juta.

Segmen bisnis hijau turut memberikan andil sebesar US$ 13,12 juta, diikuti oleh segmen ventura digital senilai US$ 2,47 juta, segmen lainnya sebesar US$ 1,76 juta, dan lini mineral sebesar US$ 371.010.

Pada saat yang sama, INDY berhasil menekan beban pokok kontrak dan penjualan sebesar 1,57% yoy menjadi US$ 419,19 juta pada kuartal I-2026, dari sebelumnya sebesar US$ 425,88 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan pengeluaran tersebut membuat perusahaan mampu mengantongi laba kotor senilai US$ 74,03 juta pada kuartal I-2026. Nilai laba kotor ini meningkat sebesar 16,18% yoy dari capaian kuartal I-2025 yang berada di angka US$ 63,72 juta.

Peningkatan keuntungan ini juga didorong oleh menyusutnya beban keuangan perusahaan sebesar 8,60% yoy, dari US$ 17,55 juta pada kuartal I-2025 menjadi US$ 16,04 juta pada kuartal I-2026.

Di sisi lain, pendapatan investasi yang diraih oleh perusahaan mengalami lonjakan hingga 73,42% yoy menjadi US$ 5,48 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar US$ 3,16 juta.

Melalui akumulasi hasil positif tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk INDY melesat tajam sebesar 142,07% yoy menjadi US$ 7,02 juta hingga akhir kuartal I-2026, dari laba periode sebelumnya yang hanya sebesar US$ 2,90 juta.

Artikel terkait

Rekomendasi