Pendapatan Astra International Terkoreksi Jadi Rp78,67 Triliun Kuartal I 2026

Pendapatan Astra International Terkoreksi Jadi Rp78,67 Triliun Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Pendapatan Astra International Terkoreksi Jadi Rp78,67 Triliun Kuartal I 2026.

PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan perolehan pendapatan bersih senilai Rp78,67 triliun selama periode Januari hingga Maret 2026. Lini bisnis jasa keuangan menjadi satu-satunya sektor yang berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja di tengah koreksi segmen lainnya.

Dikutip dari Market melalui laporan keuangan yang belum diaudit, total pendapatan bersih ASII mengalami penurunan sebesar 5,63% secara year on year (YoY). Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan mampu membukukan Rp83,36 triliun.

Penurunan ini dipicu oleh lini usaha penjualan barang yang merosot 7,17% YoY menjadi Rp53,74 triliun. Sektor jasa dan sewa juga tidak luput dari tekanan dengan koreksi sebesar 6,19% YoY ke angka Rp16,43 triliun.

Sebaliknya, segmen jasa keuangan menunjukkan performa positif dengan kontribusi sebesar Rp8,49 triliun. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 6,80% jika dibandingkan dengan capaian pada kuartal pertama tahun lalu.

Efisiensi terlihat pada beban pokok pendapatan yang tercatat sebesar Rp63,17 triliun, menyusut 4,72% YoY dari posisi Rp66,30 triliun. Komponen barang baku, barang jadi, serta barang habis pakai menjadi penyumbang beban terbesar dengan nilai Rp46,05 triliun.

Meskipun beban pokok turun, beban imbalan kerja justru mengalami kenaikan 2,29% YoY menjadi Rp7,05 triliun. Selain itu, beban depresiasi dan amortisasi juga sedikit meningkat 0,26% YoY ke angka Rp4,32 triliun.

Selisih antara pendapatan dan beban pokok menghasilkan laba bruto sebesar Rp15,49 triliun pada kuartal I 2026. Jumlah tersebut turun 9,18% YoY dibandingkan perolehan laba bruto periode sebelumnya yang mencapai Rp17,06 triliun.

Pada sisi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, ASII membukukan angka Rp5,85 triliun. Pencapaian ini terkoreksi 15,61% YoY dari kinerja triwulan pertama tahun 2025 yang sebesar Rp6,93 triliun.

Melihat kondisi neraca, total liabilitas perseroan mengalami kenaikan sebesar 3,75% secara year to date (YtD) menjadi Rp224,68 triliun. Liabilitas jangka pendek mendominasi dengan nilai Rp155,22 triliun, sementara jangka panjang sebesar Rp69,45 triliun.

Di sisi lain, total ekuitas perusahaan mengalami penyusutan cukup signifikan sebesar 17,77% YtD. Nilai ekuitas yang semula berada di angka Rp290,81 triliun kini tercatat menjadi Rp239,12 triliun.

Total aset PT Astra International Tbk hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp517,80 triliun. Jumlah ini menunjukkan adanya pertumbuhan aset sebesar 2,06% dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.

Ringkasan Kinerja Keuangan PT Astra International Tbk (Kuartal I 2026)
Indikator KeuanganNilai (Triliun Rp)Perubahan (YoY/YtD)
Pendapatan Bersih78,67-5,63%
Laba Bruto15,49-9,18%
Laba Bersih5,85-15,61%
Total Aset517,80+2,06%
Total Liabilitas224,68+3,75%

Artikel terkait

Rekomendasi