Lima pemuda asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merilis Sistem Pemantauan Gizi berbasis kecerdasan buatan bernama SIPAGI pada Senin (4/5/2026). Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi kandungan nutrisi makanan secara langsung guna mendukung upaya penanganan stunting di Indonesia.
Dilansir dari Kompas.com, inovasi ini dikembangkan oleh kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan akademisi, praktisi data, hingga pelaku usaha. Para pengembangnya terdiri dari Aria Ganna Henryanto, Marchel Adrian Shevchenko, Yohanes Santoso, Muhammad Rezza, dan James Santoso.
Aplikasi SIPAGI bekerja dengan cara memindai makanan melalui kamera ponsel untuk menganalisis nutrisi secara real-time. Sistem ini telah terintegrasi penuh dengan Data Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) untuk memastikan akurasi data gizi yang disajikan kepada pengguna.
Selain fungsi deteksi gizi, perangkat lunak ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Integrasi teknologi digital dan data akademik dalam aplikasi ini menjadi representasi orkestrasi lintas sektor demi kemandirian ekonomi nasional.
Aria Ganna Henryanto, yang merupakan founder Magelang Avengers sekaligus dosen Universitas Ciputra, menegaskan pentingnya peran aktif pemuda dalam kedaulatan teknologi. Ia menilai generasi muda harus menjadi arsitek di balik inovasi yang diciptakan.
"Indonesia tidak boleh hanya menjadi super user dari teknologi global. Sudah saatnya generasi muda melangkah lebih jauhÔÇömenjadi kreator, inovator, dan arsitek masa depan teknologi itu sendiri," ujar Aria Ganna Henryanto, Founder Magelang Avengers.
Menurut Aria, keberanian menciptakan teknologi merupakan kunci utama bagi masa depan bangsa. SIPAGI dipandang bukan sekadar aplikasi digital, melainkan sebuah respons nyata terhadap tantangan nasional melalui riset mendalam.
Marchel Adrian Shevchenko, kandidat doktor di Massachusetts Institute of Technology, menambahkan bahwa semangat inovasi ini lahir dari keinginan membuktikan potensi daerah. Ia menekankan bahwa gagasan besar bisa muncul dari mana saja tanpa terikat pusat kekuasaan.
"Magelang mungkin kota kecil, tetapi gagasan tidak pernah mengenal batas geografis. Hal ini menjadi semangat yang menyatukan kami. Dari kota yang tenang ini, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari pusatpusat kekuasaan atau metropolitan, melainkan dari keberanian untuk berpikir dan bertindak," ujar Marchel Adrian Shevchenko, Founder Data Sorcerers.
Penggunaan SIPAGI juga diproyeksikan dapat membantu efisiensi anggaran negara. Dengan data gizi yang akurat dan mudah diakses, pemerintah dapat merancang kebijakan intervensi stunting yang lebih tepat sasaran sehingga mengurangi potensi pemborosan APBN.
Peluncuran yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional ini membawa misi bahwa pendidikan harus menghasilkan kontribusi nyata bagi persoalan bangsa. Momentum ini diharapkan menjadi titik balik lahirnya berbagai terobosan dari tangan anak bangsa.
"Momentum Hari Pendidikan Nasional tahun ini tidak hanya menjadi ruang refleksi atas perjalanan intelektual bangsa, tetapi juga panggung lahirnya sebuah terobosan," ucap Marchel Adrian Shevchenko, Founder Data Sorcerers.