Pemuda Bekasi Sukses Rintis Usaha Ternak Kambing Beromzet Puluhan Juta

Pemuda Bekasi Sukses Rintis Usaha Ternak Kambing Beromzet Puluhan Juta
Foto: Ilustrasi Pemuda Bekasi Sukses Rintis Usaha Ternak Kambing Beromzet Puluhan Juta.

Seorang pemuda bernama Muksin (24) asal Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, sukses meraih omzet hingga puluhan juta rupiah dari usaha peternakan kambing yang dirintisnya menggunakan uang tabungan hasil bekerja di pabrik. Keberhasilan peternakan ini menjadi jalan baru setelah ia terpaksa menghentikan pendidikannya di bangku kuliah akibat kendala biaya ekonomi keluarga.

Seperti dilansir dari Megapolitan, Muksin awalnya sempat menempuh pendidikan tinggi pada tahun 2020 di jurusan Akuntansi salah satu universitas di Bekasi sebelum akhirnya berhenti setelah satu bulan kuliah. Kondisi keuangan keluarga semakin mendesak setelah ayahnya meninggal dunia pada tahun 2021, sehingga ia harus menjadi tulang punggung bagi keluarganya dan bekerja di perusahaan swasta.

"Dulu saya sempat kuliah Akuntansi sekitar satu bulan. Tapi karena terkendala biaya, akhirnya saya memutuskan kerja di PT sambil ternak kambing," ujar Muksin pada Minggu (17/5/2026).

Aktivitas peternakan ini awalnya dimulai oleh anak ke-11 dari 12 bersaudara tersebut hanya sebagai kegiatan pengisi waktu luang saat hari libur kerja. Muksin secara rutin memanggul rumput untuk pakan ternak dan memeriksa kondisi kesehatan kambing-kambingnya setiap hari sepulang dari tempat kerja.

"Awalnya saya ternak kambing cuma buat mengisi waktu luang saat libur supaya ada kegiatan yang bermanfaat. Ternyata malah menghasilkan," kata Muksin.

Keseriusan Muksin dalam mengelola peternakan kambing baru berjalan dalam satu tahun terakhir dengan modal awal membeli 10 ekor anak kambing untuk dibesarkan. Saat ini, jumlah hewan ternak di kandangnya sudah berkembang hingga mencapai 18 ekor kambing.

"Alhamdulillah tahun ini lebih dari sembilan kambing sudah dibeli buat kurban. Harganya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per ekor. Tergantung ukurannya ya," jelas Muksin.

Dalam mengelola peternakan, tantangan utama yang dihadapi adalah proses pencarian pakan dan perawatan kesehatan harian. Muksin rutin memberikan obat cacing secara berkala serta jamu khusus untuk menjaga daya tahan tubuh dan nafsu makan hewan ternaknya.

"Sebenarnya rawat kambing itu enggak sulit. Yang penting dikasih obat cacing sama jamu nafsu makan," ucap Muksin.

Untuk memantau kondisi seluruh ternak, pengecekan dilakukan satu per satu setiap hari dengan biaya operasional kandang mencapai sekitar Rp 30.000 per hari. Proses penjagaan kandang harian turut dibantu oleh kakaknya karena Muksin harus bekerja di pabrik dari pagi hingga sore hari.

"Untuk urusan jaga kandang dibantu Abang. Karena kan saya kerja dari pagi sampai sore," kata Muksin.

Keputusan Muksin untuk menjadi peternak di usia muda sempat mendatangkan komentar negatif dari lingkungan sekitar. Pekerjaan di kandang yang dinilai kotor membuat beberapa orang mempertanyakan pilihannya tersebut.

"Pernah ada yang bilang, ÔÇÿKenapa sih masih muda kok mau ternak kambing? Emang enggak ada kerjaan lain apa?ÔÇÖ" tutur Muksin.

Meskipun demikian, hasil dari peternakan kambing ini kini digunakan untuk membantu biaya persiapan keberangkatannya bekerja ke Jepang pada akhir tahun 2026. Usaha peternakan di Bekasi tersebut direncanakan akan tetap berjalan di bawah pengelolaan kakaknya selama ia berada di luar negeri.

"Kalau nanti saya berangkat ke Jepang, ternaknya mungkin dilanjutkan abang dulu. Nanti kalau saya pulang baru saya kembangin lagi," ujar Muksin.

Bagi peternak muda ini, keberhasilan sebuah usaha bergantung pada keberanian dalam mengambil peluang yang tersedia secara halal. Ia menegaskan bahwa setiap pekerjaan yang ditekuni dengan baik akan memberikan hasil yang sebanding.

"Yang penting jangan malu sama pekerjaan. Selagi halal dan enggak merugikan orang lain, ya jalani saja," kata Muksin.

Muksin juga menambahkan bahwa faktor kegemaran atau hobi membuat seluruh proses perawatan di kandang tetap terasa menyenangkan untuk dijalani setiap hari.

"Walaupun kata orang ini kotor, tapi kalau memang hobi ya senang ngejalaninnya," ujar Muksin.

Artikel terkait

Rekomendasi