Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan memutuskan untuk meniadakan pembatasan lalu lintas sistem ganjil genap pada Jumat (1/5/2026) mendatang. Kebijakan ini diterapkan karena tanggal tersebut merupakan hari libur nasional dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day.
Kepastian mengenai penghapusan sementara pembatasan kendaraan bermotor tersebut dikonfirmasi oleh otoritas terkait. Berdasarkan laporan dari Megapolitan, aturan ini merujuk pada regulasi yang menetapkan operasional pembatasan jalan di wilayah ibu kota hanya berlaku pada hari kerja.
Pihak berwenang memberikan keterangan tertulis melalui media sosial resmi mengenai kelonggaran akses bagi seluruh jenis kendaraan berpelat nomor ganjil maupun genap di seluruh ruas jalan terdampak.
"Ganjil genap tidak berlaku pada 1 Mei. Semua kendaraan dapat melintas seperti biasa," tulis akun resmi Dishub DKI.
Penetapan libur ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026. Dasar hukum lainnya adalah Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 yang menyatakan ganjil genap tidak berlaku pada akhir pekan dan hari libur nasional.
Peringatan Hari Buruh sendiri diprediksi akan memusatkan massa di area Monas, Jakarta Pusat. Sekitar 400.000 peserta yang terdiri dari kalangan buruh serta pengemudi ojek online dijadwalkan hadir, dengan akses pintu masuk kawasan yang mulai dibuka sejak pukul 05.30 WIB.
Panitia penyelenggara May Day sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengonfirmasi kehadiran pimpinan tertinggi negara dalam agenda tersebut. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan memberikan pernyataan langsung di hadapan para buruh.
Presiden Prabowo menurut Andi Gani akan memaparkan berbagai kebijakan strategis pemerintah, termasuk mengenai ratifikasi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan regulasi bagi mitra pengemudi daring.
Penerapan ganjil genap bertujuan untuk menekan volume kendaraan di 25 titik utama Jakarta, namun kebijakan akan kembali normal pada hari kerja setelah peringatan May Day usai. Berikut adalah daftar jalan yang terbebas dari aturan ganjil genap selama hari libur nasional tersebut:
| No | Nama Jalan |
|---|---|
| 1 | Jalan Pintu Besar Selatan |
| 2 | Jalan Gajah Mada |
| 3 | Jalan Hayam Wuruk |
| 4 | Jalan Majapahit |
| 5 | Jalan Medan Merdeka Barat |
| 6 | Jalan MH Thamrin |
| 7 | Jalan Jenderal Sudirman |
| 8 | Jalan Sisingamangaraja |
| 9 | Jalan Panglima Polim |
| 10 | Jalan Fatmawati (Simpang Jalan KetimunÔÇôJalan TB Simatupang) |
| 11 | Jalan Suryopranoto |
| 12 | Jalan Balikpapan |
| 13 | Jalan Kyai Caringin |
| 14 | Jalan Tomang Raya |
| 15 | Jalan Jenderal S Parman |
| 16 | Jalan Gatot Subroto |
| 17 | Jalan MT Haryono |
| 18 | Jalan HR Rasuna Said |
| 19 | Jalan DI Pandjaitan |
| 20 | Jalan Jenderal A Yani |
| 21 | Jalan Pramuka |
| 22 | Jalan Salemba Raya (sisi Barat; sisi Timur dari Simpang Paseban Raya hingga Diponegoro) |
| 23 | Jalan Kramat Raya |
| 24 | Jalan Stasiun Senen |
| 25 | Jalan Gunung Sahari |
Pemprov DKI mengimbau para pengguna jalan untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas lainnya meski sistem pembatasan ditiadakan. Penyesuaian rencana perjalanan sangat disarankan mengingat adanya potensi keramaian massa di pusat kota.