Pemkot Tasikmalaya Imbau Panitia Kurban Gunakan Bungkus Ramah Lingkungan

Pemkot Tasikmalaya Imbau Panitia Kurban Gunakan Bungkus Ramah Lingkungan
Foto: Ilustrasi Pemkot Tasikmalaya Imbau Panitia Kurban Gunakan Bungkus Ramah Lingkungan.

Pemerintah Kota Tasikmalaya mengeluarkan imbauan kepada panitia hewan kurban di 10 kecamatan menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Seperti dikutip dari Media Indonesia, panitia diminta memakai bungkus daging yang ramah lingkungan guna menekan lonjakan sampah plastik.

Pemanfaatan kemasan ramah lingkungan ini dinilai memiliki dampak positif jangka panjang bagi lingkungan. Salah satu manfaat utamanya adalah bahan pembungkus tersebut dapat diolah kembali menjadi pupuk kompos.

Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Raden Diky Candra Negara, mengingatkan panitia pelaksana penyembelihan Iduladha 1447 H agar menghindari kantong kresek. Langkah ini diharapkan dapat membiasakan masyarakat beralih ke wadah yang lebih hijau.

"Kami mengimbau agar panitia hewan kurban bisa menggunakan bahan ramah lingkungan sebagai langkah alternatif pembungkus daging kurban berupa.sapi, domba. Karena, pembungkus ramah lingkungan dapat didaur ulang lagi dan dikomposkan contoh memakai daun jati, besek atau wadah anyaman bambu," ujar, Diky Candra, Salasa (26/5/2026).

Pemerintah setempat juga menginstruksikan panitia di setiap wilayah untuk menyiapkan fasilitas penunjang kebersihan. Sarana tersebut meliputi penyediaan bank sampah terpilah di lokasi pelaksanaan kurban.

Selain fasilitas fisik, penyiapan personel khusus juga menjadi poin penting yang ditekankan oleh pemerintah. Petugas tersebut bertugas mengawasi dan menangani persoalan sampah secara langsung di area pembagian daging.

"Hewan kurban yang disembelih di setiap lokasi penyembelihan harus betul steril dan sehat termasuk memasak daging. Karena, langkah tersebut sebagai kesehatan bagi warga termasuknya pemakaian bungkus ramah lingkungan hingga tujuannya untuk mengurangi pemakaian plastik, lebih baik memakai wadah seperti besak," katanya.

Kondisi penumpukan sampah di wilayah tersebut mendapat perhatian dari warga setempat. Dadang, seorang warga Gunung Salikur berusia 60 tahun, membenarkan adanya peningkatan volume sampah plastik yang cukup signifikan.

Dadang berharap distribusi daging kurban tahun ini bisa memaksimalkan penggunaan kemasan ramah lingkungan. Kenaikan harga plastik di pasaran saat ini diperkirakan turut andil dalam mengurangi penggunaan kantong kresek oleh warga.

"Sampah plastik merupakan masalah besar di Kota Tasikmalaya dan selama ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak bisa berbuat banyak dan selalu mengklaim kendaraan kurang. Berdasarkan data volume sampah meningkat mencapai 350 hingga 400 ton per hari, dan kami berharap penyembelihan membungkus daging ramah lingkungan," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi