Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berupa Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru Juli 2026, seperti dilansir dari Media Indonesia. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, termasuk anak putus sekolah dan anak jalanan di wilayah tersebut.
Penyediaan lahan seluas sekitar 5,4 hektare di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, telah disiapkan oleh pemerintah daerah untuk menyokong pembangunan. Proses pembangunan fasilitas fisik tersebut digarap langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
"Dari pemerintah daerah kita menyiapkan lahan sekitar 5 ha lebih. Pembangunannya dilakukan oleh (Kemen) PU, sedangkan daerah menyiapkan tanah dan dukungan infrastrukturnya," ujar Asep Surya Atmaja, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi pada Selasa (19/5) setelah mendampingi kunjungan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.
Lembaga pendidikan ini didesain secara inklusif agar dapat menampung anak-anak yang kehilangan kesempatan belajar di usia sekolah formal mereka. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaring kembali anak-anak jalanan agar mendapatkan hak pendidikan dasar yang layak.
"Ada yang usianya 13 tahun masuk SD karena sebelumnya putus sekolah. Anak-anak seperti itu akan kita tarik kembali untuk sekolah," katanya Asep Surya Atmaja, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi.
Validasi terhadap calon peserta didik dilakukan secara ketat dengan berbasis pada klaster tingkat kesejahteraan ekonomi. Kriteria utama penerima manfaat diarahkan khusus pada kelompok masyarakat yang berada di lapisan terbawah.
"Yang diverifikasi itu desil 1 dan desil 2. Jadi bukan masyarakat yang sudah mapan. Kita prioritaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang putus sekolah," jelas Asep Surya Atmaja, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi.
Pada masa awal pelaksanaan, Kabupaten Bekasi memperoleh jatah daya tampung sebanyak 270 siswa yang didistribusikan merata untuk tiga jenjang pendidikan. Setiap jenjang akan mengakomodasi masing-masing tiga rombongan belajar.
"Total kuotanya 270 siswa. SD 90 siswa, SMP 90 siswa, dan SMA 90 siswa," tambah Asep Surya Atmaja, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi.
Pemerintah daerah menganggap penunjukan wilayah mereka sebagai sebuah keuntungan besar karena berbarengan dengan program strategis nasional lainnya. Saat ini proses verifikasi pendaftar mencatat 10 calon siswa SD, 31 siswa SMP, dan 80 siswa SMA.
"Alhamdulillah Kabupaten Bekasi mendapat Sekolah Rakyat dan juga proyek PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik). Ini bentuk perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Bekasi," katanya Asep Surya Atmaja, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi.
Di sisi lain, persiapan administratif dan teknis lingkungan sudah dicicil sejak April 2025 oleh dinas terkait. Fokus kerja kini bergeser pada penyaringan basis data riil anak-anak yang berhak masuk ke Sekolah Rakyat.
"Mulai dari tata ruang, lingkungan, amdalalin, drainase dan lainnya sudah dipersiapkan. Tugas berikutnya adalah menyiapkan calon siswa," ujarnya Alamsyah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.
Otoritas sosial setempat memanfaatkan data sekunder dari tingkat pusat yang kemudian ditapis ulang bersama lembaga statistik resmi dan petugas lapangan. Target potensial program ini mencakup puluhan ribu keluarga dalam kategori desil 1 dan desil 2 di Kabupaten Bekasi.
"Data dasar berasal dari Kemensos melalui pusdatin, kemudian diverifikasi bersama Dinsos, BPS, dan pendamping PKH," jelas Alamsyah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.
Seluruh beban operasional dan biaya personal siswa di dalam Sekolah Rakyat dipastikan gratis sepenuhnya berkat dukungan anggaran penuh dari pemerintah. Sarana pendukung kegiatan belajar juga disediakan tanpa memungut biaya dari orang tua.
"Gratis dari awal masuk sampai lulus. Bahkan fasilitas penunjang juga disiapkan," katanya Alamsyah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.
Kendati demikian, tantangan di lapangan masih ditemukan berupa keengganan beberapa orang tua untuk melepas anak mereka bersekolah. Pemerintah berkomitmen mengintensifkan pendekatan persuasif mengenai pentingnya pendidikan karakter bagi masa depan anak miskin.