Pemerintah Indonesia menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional berkisar antara 5,8 persen hingga 6,5 persen pada tahun 2027 mendatang. Sasaran strategis tersebut bakal ditopang oleh serangkaian program prioritas nasional yang mencakup sektor pangan, energi, hingga perumahan, seperti dilansir dari Investor Daily pada Rabu (20/5/2026).
Rencana penargetan tersebut tertuang di dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF). Sektor swasta yang mulai bergerak positif diharapkan dapat mempercepat laju pertumbuhan ini. Sektor pertahanan, digitalisasi, dan diplomasi ekonomi juga disiapkan sebagai program pendukung.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan keterangan mengenai perumusan enam pilar utama yang menjadi pondasi program kerja prioritas nasional tersebut di Gedung DPR.
"Untuk mencapai target tersebut dilaksanakan program kerja prioritas nasional," ungkap Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Pilar-pilar tersebut berfokus pada kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan dan kesehatan, hilirisasi industri, infrastruktur perumahan, serta penguatan ekonomi kerakyatan. Kebijakan ini juga diperkuat oleh penguatan penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan.
"Dengan didukung oleh program pendukung, yaitu penguatan di bidang pertahanan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan dan percepatan digitalisasi dan diplomasi ekonomi," terang Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa landasan optimisme target tinggi 2027 mengacu pada realisasi triwulan I-2026 sebesar 5,61 persen. Pemerintah memproyeksikan pergerakan ekonomi sepanjang tahun 2026 mampu mendekati angka 6 persen.
"Sekarang aja, tahun ini aja kita dorong mendekati 6%, jadi peluangnya besar sekali. Saya harap tahun depan mesin-mesin swastanya udah berjalan lebih baik dibanding sekarang," ujar Purbaya, Menteri Keuangan.
Kontribusi sektor swasta yang mulai memperlihatkan tren positif menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian nasional. Meski demikian, pemerintah terus memacu aktivitas usaha agar berjalan lebih maksimal pada periode berikutnya.
"Ini dengan mesin swasta yang baru mulai bergerak loh, belum penuh. Saya pikir tahun depan udah bergerak lebih cepat," kata Purbaya, Menteri Keuangan.
Presiden Prabowo Subianto memaparkan arah kebijakan anggaran dalam pidato Rapat Paripurna DPR dengan menekankan kekuatan struktur APBN 2027. Pengelolaan fiskal akan tetap mengedepankan asas kehati-hatian sekaligus berupaya menekan angka defisit seminimal mungkin.
"Defisit APBN akan kami jaga dalam kisaran 1,8% sampai 2,4%. Kita akan berjuang terus untuk menekan defisit," tutur Prabowo, Presiden.
Rencana kerja jangka menengah ini diposisikan sebagai jembatan strategis menuju sasaran pembangunan yang lebih besar pada akhir dekade. Pemerintah meyakini integrasi kebijakan fiskal yang sehat akan merealisasikan lompatan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5,8-6,5% menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029," ujar Prabowo, Presiden.