Pemerintah Indonesia tengah merancang instrumen fiskal baru berupa pengenaan pajak keuntungan luar biasa atau windfall tax pada komoditas nikel guna mengoptimalkan pendapatan negara. Langkah ini bertujuan menutup celah kebocoran di sektor komoditas serta mengawasi aktivitas ekspor secara lebih ketat di pelabuhan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk merespons lonjakan harga global yang memberikan keuntungan tidak terduga bagi perusahaan. Dilansir dari Money, rencana ini muncul sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas instrumen pajak saat ini pada Senin (4/5/2026).
ÔÇ£Nanti ada (windfall tax), tetapi itu masih didiskusikan dengan Menteri ESDM,ÔÇØ ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Selain wacana pajak tambahan tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan penerapan bea keluar bagi nikel dan batu bara. Purbaya menilai instrumen bea keluar sangat krusial bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk melakukan pemeriksaan fisik maupun dokumen secara mendalam sebelum komoditas dikirim ke luar negeri.
ÔÇ£Selama ini kalau ekspor batu bara, karena enggak ada bea keluar, Bea Cukai enggak bisa periksa sebelum barangnya berangkat. Jadi under-invoicing di situ besar sekali,ÔÇØ kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Praktik manipulasi nilai atau pelaporan harga di bawah nilai sebenarnya selama ini sulit dideteksi karena keterbatasan kewenangan pengawasan ekspor. Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya meminimalkan kerugian negara sekaligus mendorong hilirisasi tanpa mengganggu ekosistem industri turunan nikel yang sedang berkembang.
ÔÇ£Nikel itu bahan baku baterai, kita akan dorong industri baterai di dalam negeri dengan berbagai insentif,ÔÇØ ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Penguatan penerimaan dari sektor sumber daya alam ini diharapkan mampu menopang struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini terutama ditujukan untuk menjaga keseimbangan fiskal di tengah tingginya beban belanja negara, termasuk alokasi subsidi energi yang masih besar.