Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
Foto: Ilustrasi Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026 di Jakarta pada Selasa (19/5/2026).

Keputusan tersebut diambil pemerintah karena rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) dinilai masih berada di kisaran aman yang stabil, dilansir dari Suara.

"Tidak akan naik Insyaallah, ya, doain ya. Tidak akan kita naikkan subsidi BBM. Tidak akan naik, Insyaallah sampai akhir tahun," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penahanan harga ini tetap dilakukan pemerintah meskipun nilai tukar rupiah terpantau melemah dan terjadi lonjakan pada harga minyak dunia.

"Jadi belum sampai 100 dolar lah, dan belum ada kenaikan (harga BBM bersubsidi)," kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Langkah mitigasi khusus juga telah dirumuskan bersama Presiden Prabowo Subianto andaikata harga ICP global nantinya menembus angka 100 dolar AS per barel.

Pergerakan ICP global sejak Januari 2026 bergulir fluktuatif pada rentang 80 dolar AS hingga 117 dolar AS per barel, namun secara akumulatif rata-ratanya masih stabil di angka 80 dolar AS sampai 81 dolar AS per barel.

Pada penutupan perdagangan Selasa (19/5/2026), mata uang rupiah melemah ke posisi Rp 17.716 per dolar AS, sementara minyak mentah Brent berada di level 109,15 dolar AS per barel dan West Texas Intermediate (WTI) seharga 107,28 dolar AS per barel.

Artikel terkait

Rekomendasi