Pemerintah Jamin Stok Energi Aman dan Harga BBM Subsidi Tetap

Pemerintah Jamin Stok Energi Aman dan Harga BBM Subsidi Tetap
Foto: Ilustrasi Pemerintah Jamin Stok Energi Aman dan Harga BBM Subsidi Tetap.

Pemerintah Indonesia memberikan jaminan terkait stabilitas stok energi nasional dan kepastian harga bahan bakar minyak subsidi di tengah ketidakpastian geopolitik global pada Kamis, 17 April 2026. Jaminan tersebut mencakup ketersediaan minyak mentah yang dipastikan mencukupi kebutuhan dalam negeri hingga akhir tahun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi kecukupan pasokan tersebut setelah melakukan kunjungan diplomasi energi ke Rusia, sebagaimana dilansir dari Nasional. Langkah ini diambil untuk memperkuat cadangan energi nasional melalui pengamanan impor crude.

"Saya menindaklanjuti untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember, Insyaallah sudah aman. Jadi kita enggak perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi dari kilang kita," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada aspek nilai ekonomi dalam pengadaan energi tersebut. Bahlil menegaskan bahwa dalam setiap negosiasi impor, kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama, terutama terkait skema harga yang kompetitif.

"Yang jelas kita akan mencoba untuk tidak boleh lebih dari harga pasar. Harga di bawah pasar itu jauh lebih baik, tapi minimal sama dengan harga pasar," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Kebijakan strategis lainnya mencakup sektor hilir, di mana pemerintah memutuskan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui harga energi yang terjangkau. Hal ini merupakan bagian dari instruksi langsung pimpinan negara untuk periode tahun berjalan.

"Harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," tegas Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Kepastian ini diperkuat dengan komitmen pemerintah dalam memantau setiap tahapan distribusi dan pemenuhan kebutuhan minyak mentah. Fokus utama tetap pada menjaga ketenangan masyarakat terhadap akses energi primer hingga Desember 2026.

"Jadi kita nggak perlu risau," tegas Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa sektor energi menjadi poin krusial dalam pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Kremlin. Kerja sama ini dirancang untuk memperkokoh fondasi ketahanan energi domestik.

"Yang terpenting adalah kerja sama di bidang energi, yang diharapkan bisa menjadi bagian dari penguatan ketahanan energi nasional," ujar Sugiono, Menteri Luar Negeri.

Selain pembahasan mengenai sumber daya alam, pertemuan di Moskow tersebut juga menyentuh aspek ekonomi luas dan perkembangan situasi dunia. Dialog intensif ini dilakukan guna menyikapi dinamika global yang berdampak pada kedua negara mitra strategis tersebut.

"Selain pertemuan bilateral juga dilakukan pertemuan tete a tete dalam format makan siang bersama yang juga membahas beberapa hal terkait dengan perkembangan geopolitik yang menjadi concern juga bagi kedua negara," ujar Sugiono, Menteri Luar Negeri.

Hubungan Indonesia dan Rusia juga diproyeksikan akan mencakup penguatan koneksi di sektor pangan dan perdagangan. Pemerintah memandang Rusia sebagai mitra penting yang dapat mendukung stabilitas ekonomi jangka panjang di berbagai lini.

"Beberapa rencana ke depan juga dilakukan di seputar perkuatan hubungan ekonomi kedua negara dan hubungan antar warga negara baik itu Rusia maupun Indonesia," ujar Sugiono, Menteri Luar Negeri.

Artikel terkait

Rekomendasi