Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, terus mendorong platform global Roblox untuk segera mematuhi regulasi perlindungan anak di Indonesia pada Rabu (22/4/2026). Langkah ini bertujuan memastikan keamanan akses digital bagi pengguna usia muda sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Tunas.
Hingga saat ini, pemerintah masih melakukan evaluasi mendalam terhadap proposal penyesuaian yang diajukan oleh pengembang gim asal Amerika Serikat tersebut. Dilansir dari Kompas, komunikasi antara otoritas terkait dengan pihak manajemen platform dilaporkan masih berlangsung secara intensif di Jakarta.
Kepastian mengenai komitmen penuh platform dalam mengimplementasikan pembatasan akses digital bagi anak menjadi target utama pemerintah. Penegasan mengenai status kepatuhan ini disampaikan langsung oleh pimpinan Kementerian Komunikasi dan Digital dalam sebuah konferensi pers resmi.
"Roblox masih berkomunikasi dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita juga bisa melihat kepatuhan yang sama," kata Meutya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026) dikutip dari Antara.
Kepatuhan platform lain menjadi tolok ukur pemerintah, di mana YouTube baru saja memperbarui kebijakan komunitasnya secara signifikan. YouTube kini menonaktifkan akses akun bagi pengguna yang berusia di bawah 16 tahun di wilayah kedaulatan Indonesia.
"Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan" tulis YouTube dalam laman bantuannya.
Tindakan tegas YouTube ini menjadikan mereka sebagai platform ketujuh yang tunduk pada aturan dari total delapan platform yang diawasi pemerintah. Saat ini, hanya Roblox yang tercatat belum memberikan komitmen utuh terhadap standar regulasi nasional tersebut.
Pemerintah menyoroti bahwa penyesuaian teknis yang dilakukan Roblox saat ini belum cukup untuk menjamin keamanan dari potensi interaksi negatif. Munculnya risiko komunikasi dengan orang asing di dalam ekosistem permainan tetap menjadi kekhawatiran besar bagi para orang tua.
"Meskipun sudah melakukan adjustment (penyesuaian) yang cukup banyak, kami belum dapat menerima proposal dari Roblox untuk menyatakan bahwa Roblox telah mematuhi (PP Tunas). Jadi artinya belum, kita tetap menilai bahwa ini belum ada kepatuhan terhadap PP Tunas," kata Meutya.
Meskipun platform telah meluncurkan fitur khusus untuk kelompok usia 5ÔÇô12 tahun dan 13ÔÇô15 tahun, verifikasi usia tersebut dianggap belum memadai. Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital tetap menjadi prioritas utama di atas operasional platform.