Pemerintah Berikan Santunan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Pemerintah Berikan Santunan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Foto: Ilustrasi Pemerintah Berikan Santunan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur.

Pemerintah memastikan pemberian bantuan dan pendampingan bagi seluruh korban kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 90 lainnya luka-luka.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan proses asesmen menyeluruh terhadap para korban. Pendataan ini bertujuan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga yang terdampak musibah tersebut.

"Jadi secara keseluruhan ada 81 yang luka-luka dan yang wafat 16. Semuanya akan kita lakukan asesmen dan akan kita berikan dukungan program sesuai dengan kebutuhan masing-masing," ujar Gus Ipul, panggilan akrab Menteri Sosial, saat mengunjungi rumah salah satu korban di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).

Penegasan mengenai kehadiran negara dalam penanganan musibah ini juga disampaikan Gus Ipul untuk memastikan keluarga korban tidak berjuang sendiri. Kemensos menyiapkan berbagai skema bantuan mulai dari bantuan sosial hingga program pemberdayaan ekonomi.

"Di samping tentu ada asuransi ya dari Jasa Raharja, tapi dari Kemensos tentu berupa bantuan-bantuan yang ada di kami berupa bansos, santunan, dan terpenting program pemberdayaan," jelas Gus Ipul.

Terkait mekanisme pemberian santunan, ahli waris korban meninggal dunia dipastikan mendapatkan haknya melalui skema asuransi. Namun, pemerintah tetap membuka pintu dukungan tambahan melalui anggaran Kementerian Sosial setelah proses pendataan selesai dilakukan.

"Untuk santunan kepada ahli waris biasanya sudah ada mekanismenya melalui asuransi. Tetapi bagi keluarga korban, Insya Allah akan kami berikan dukungan berdasarkan hasil asesmen," kata Gus Ipul saat berada di Kantor Kemenko PMK, Rabu (29/4/2026).

Presiden Prabowo Subianto juga memberikan perhatian khusus dengan mengunjungi langsung para korban yang sedang menjalani perawatan medis. Presiden memberikan instruksi kepada jajaran terkait agar penanganan medis dilakukan secara maksimal tanpa kendala.

"Dalam Bapak Presiden menjenguk tadi tentu yang pertama Beliau memberikan petunjuk untuk seluruh korban yang dirawat untuk diberikan pelayanan yang terbaik," kata Mensesneg Prasetyo Hadi, Selasa (28/4/2026).

Selain memantau kondisi fisik korban, Kepala Negara berdialog dengan pimpinan rumah sakit untuk memahami kendala teknis yang dihadapi. Prasetyo menyebutkan bahwa Presiden juga menaruh perhatian pada kelengkapan fasilitas medis guna menunjang kesembuhan para pasien.

"Beliau menyempatkan untuk sedikit berdiskusi mendengar masukan dari kepala rumah sakit terhadap penanganan korban dan kebutuhan peralatan-peralatan di rumah sakit," ucapnya.

Langkah selanjutnya yang diperintahkan oleh Presiden adalah pelaksanaan investigasi mendalam terhadap penyebab kecelakaan hebat tersebut. Pemerintah berkomitmen untuk mengevaluasi standar operasional kereta api demi mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.

"Dan Beliau memerintahkan dilakukan beberapa langkah investigasi tentu harus dilakukan. Kemudian juga beliau minta dipikirkan untuk mengantisipasi supaya hal-hal seperti ini tidak terulang kembali," tegas Prasetyo.

Berdasarkan data yang dilansir dari Nasional, tabrakan terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 sekitar pukul 20.52 WIB. Sebanyak 106 orang menjadi korban dalam insiden yang melibatkan KRL jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi tersebut.

Seluruh korban luka telah dievakuasi ke delapan rumah sakit di wilayah Bekasi, termasuk RSUD Bekasi dan RS Siloam Bekasi Timur. Di sisi lain, tercatat sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berada dalam kondisi selamat dan tidak mengalami cedera dalam peristiwa ini.

Artikel terkait

Rekomendasi