Pemerintah Bentuk Holding Kawasan Industri Indonesia di Bawah Danantara

Pemerintah Bentuk Holding Kawasan Industri Indonesia di Bawah Danantara
Foto: Ilustrasi Pemerintah Bentuk Holding Kawasan Industri Indonesia di Bawah Danantara.

Pemerintah meresmikan pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru bernama Kawasan Industri Indonesia melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin (25/5/2026). Restrukturisasi yang digagas oleh Danantara ini bertujuan menyatukan pengelolaan seluruh kawasan industri milik negara guna memperkuat tata kelola serta mendongkrak daya tarik investasi nasional, seperti dilansir dari Investor Daily.

Penyusunan entitas baru tersebut menjadi bagian dari strategi penyederhanaan struktur manajemen karena lini bisnis ini dinilai belum terfokus. Seluruh pengelolaan aset kawasan yang sebelumnya berada di bawah Danareksa kini dialihkan ke dalam kendali Danantara.

"Namanya nanti Kawasan Industri Indonesia, holding baru yang khusus mengurusi seluruh kawasan kita. Nanti kawasan industri kita ini akan menjadi salah satu harapan kita untuk menarik investor masuk," kata Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria.

Pemisahan ini dilakukan karena operasional kawasan industri sebelumnya masih tercampur dengan unit bisnis lain. Pemerintah berniat mengubah model bisnis tersebut agar menjadi lebih terintegrasi, spesifik, dan profesional.

"Bisnis modelnya kita rubah, jadi fokus kepada kawasan. Tidak ada lagi yang campur-campur," ujarnya.

Pengelolaan holding baru ini akan menerapkan pendekatan yang lebih terstruktur. Danantara juga bersiap menempatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus serta pemahaman mendalam di bidang manajemen kawasan industri.

"Dan kita cari orang yang mengurusnya juga jadi gampang, yang memang memahami mengenai manajemen kawasan," ucapnya.

Konsolidasi ini ditandai dengan penarikan sejumlah anak perusahaan yang awalnya berada di ekosistem Danareksa ke bawah komando Danantara. Keputusan final mengenai pembentukan perusahaan khusus korporasi industri tersebut disahkan langsung dalam rapat pemegang saham.

"Jadi hari ini RUPS, kita sudah punya sekarang perusahaan khusus mengurusi industrial estate kita," ungkapnya.

Proses hukum dari restrukturisasi ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada tahun 2026 agar perusahaan holding dapat beroperasi secara penuh pada 2027. Di sisi lain, Danareksa kini akan difokuskan kembali pada core business pengelolaan aset, sementara bisnis sekuritas tetap berjalan lewat Mandiri Sekuritas dan BNI Sekuritas.

"Sekuritasnya nanti jadi dua. Satu Mandiri Sekuritas, satu BNI Sekuritas," ujar Dony.

Artikel terkait

Rekomendasi