Arthakara SC dan Ruppy SC Menangkan Regional Student Competition 2026

Arthakara SC dan Ruppy SC Menangkan Regional Student Competition 2026
Foto: Ilustrasi Arthakara SC dan Ruppy SC Menangkan Regional Student Competition 2026.

Arthakara Student Company (SC) dari SMA Kolese Loyola Semarang dan Ruppy SC dari Mentari Intercultural School Grand Surya Jakarta berhasil meraih gelar The Best Student Company pada kompetisi regional Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP) 2025-2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Keberhasilan kedua tim tersebut diraih setelah menyisihkan delapan sekolah lainnya dari berbagai kota di Indonesia dalam ajang yang bertujuan membekali siswa menengah atas dengan kemampuan membangun bisnis riil, sebagaimana dilansir dari Lestari.

Arthakara SC menjadi juara pada regional 2 setelah mengungguli Reboyo SC, Aventra SC, Astranova SC, dan Nawarta SC, sementara Ruppy SC memenangkan regional 1 di depan Phytobloom SC, Bruma SC, Navera SC, dan Plavora SC.

Director of Production Arthakara SC, Avrilya Revi Luo, menyampaikan rasa tidak sangka atas kemenangan yang diraih oleh timnya setelah melalui proses kerja keras yang panjang.

ÔÇ£Dari awal (kami berpikir) enggak apa-apa kalau enggak menang. Berarti memang belum (berhasil) dan bisa ditingkatkan lagi ke depannya,ÔÇØ cerita Avrilya Revi Luo, Director of Production Arthakara SC.

Chief Executive Officer Ruppy SC, Christopher Edward, juga mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam program ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi timnya.

ÔÇ£Sempet mikir, ÔÇÿAh yaudah lah kalau enggak menang, at least pembelajarannya udah banyak sekali dari siniÔÇÖ. Hasilnya mau gimana pun aku udah seneng ikut SCYEP,ÔÇØ tutur Christopher Edward, Chief Executive Officer Ruppy SC.

Tim juri yang dipimpin oleh Division Manager Operations Services Starbucks Indonesia, Alvin Wijaya, mengakui adanya tantangan besar dalam menilai peserta karena standar ketat dan peningkatan kualitas yang signifikan tahun ini.

ÔÇ£Karena itu, proses penentuan hasil akhir menjadi tidak mudah dan membutuhkan pertimbangan yang matang,ÔÇØ jelas Alvin Wijaya, Division Manager Operations Services Starbucks Indonesia.

Public Relations, Communications and CSR Division Manager PT Sari Coffee Indonesia, Kiki Rizki, menegaskan bahwa kualitas peserta tahun ini sangat merata dan kompetitif tanpa adanya dominasi dari satu pihak.

ÔÇ£Kedua pemenang (Arthakara SC dari SMA Kolese Loyola Semarang dan Ruppy SC dari Mentari Intercultural School Grand Surya Jakarta) sangat layak menjadi juara, padahal ini tahun pertama keikutsertaan mereka di ajang ini,ÔÇØ jelas Kiki Rizki, Public Relations, Communications and CSR Division Manager PT Sari Coffee Indonesia.

Christopher Edward menambahkan tantangan dalam mengelola tim yang memiliki latar belakang kemampuan serupa sebagai pelajar dalam menjalankan fungsi perusahaan profesional.

ÔÇ£Sebagai murid, skillset tim kami kurang lebih sama. Belum pernah ada yang menjadi CEO, handle public relations, marketing, ataupun finance. Namun, akhirnya kami belajar bahwa great systems build great company. Proses ini pun didukung oleh mentor-mentor dari Starbucks Indonesia dan PJI,ÔÇØ jelas Christopher Edward, Chief Executive Officer Ruppy SC.

Ruppy SC mengandalkan produk Ruppy Snugbox, sebuah organizer modular dari limbah tripleks konstruksi yang mencatatkan penjualan 186 unit dengan laba bersih mencapai Rp1,4 juta.

ÔÇ£Untuk sampai di level itu, perbedaan pandangan (antaranggota tim) tak terhindarkan. Namun, hal itu yang justru bikin produk kami terus berinovasi dan skill kami berkembang,ÔÇØ tutur Christopher Edward, Chief Executive Officer Ruppy SC.

Sementara itu, Arthakara SC menghadapi kendala dalam hal manajemen waktu guna menyeimbangkan antara tanggung jawab akademik sekolah dan pengembangan perusahaan.

ÔÇ£Kami harus bisa membagi waktu antara mengikuti pembelajaran di sekolah dan membangun perusahaan,ÔÇØ kata Avrilya Revi Luo, Director of Production Arthakara SC.

Miranda Debora Setiawan menjelaskan pentingnya kepemimpinan yang ia pelajari melalui koordinasi puluhan anggota tim selama program berlangsung.

ÔÇ£Dari sini kami belajar bahwa leadership bukan tentang gimana cara dihormati, melainkan gimana pentingnya nge-lead tim beranggotakan 29 orang supaya bisa mencapai hasil yang optimal,ÔÇØ jelas Miranda Debora Setiawan, Director of Public Relations Arthakara SC.

Arthakara SC memproduksi Arvena Shell, gantungan kunci sekaligus pengharum ruangan berbahan tutup botol plastik bekas dengan desain penyu untuk meningkatkan kesadaran lingkungan.

ÔÇ£Penyu merupakan salah satu spesies yang paling terdampak oleh sampah plastik di laut, mulai dari terjebak dalam limbah, tidak sengaja memakannya, hingga terhambatnya tukik mencapai permukaan. Melalui desain ini, kami ingin menegaskan komitmen dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,ÔÇØ papar Miranda Debora Setiawan, Director of Public Relations Arthakara SC.

Senior General Manager Corporate Communications Starbucks Indonesia, Avolina Raharjanti, menyebut program ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperingati Global Month of Good setiap April.

ÔÇ£SCYEP menjadi salah satu upaya kami dengan memberikan kesempatan bagi siswa SMA dan SMK untuk memperoleh pengetahuan serta keterampilan kewirausahaan. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan ide bisnis dan mempraktikannya secara langsung di sekolah,ÔÇØ papar Avolina Raharjanti, Senior General Manager Corporate Communications Starbucks Indonesia.

Executive Director PJI, Utami Anita Herawati, menekankan bahwa jiwa kewirausahaan yang terbentuk akan menjadi modal penting bagi karier para siswa di masa depan.

ÔÇ£ItÔÇÖs okay kalau nantinya kalian tidak menjadi pengusaha, tapi jiwa entrepreneur (yang didapat dari program ini) akan menjadi bekal untuk berkarier nanti,ÔÇØ ucap Utami Anita Herawati, Executive Director PJI.

Pihak penyelenggara mencatat bahwa sejak dimulai pada 2019, program SCYEP telah menjangkau lebih dari 6.000 siswa SMA dan SMK melalui kemitraan dengan Prestasi Junior Indonesia.

ÔÇ£Awalnya aku melihat orangtuaku sebagai entrepreneur. Dan, dari program ini, skill kewirausahaan aku pun semakin terasah,ÔÇØ ucap Avrilya Revi Luo, Director of Production Arthakara SC.

Para peserta didik yang terlibat merasakan peningkatan kepercayaan diri dan probabilitas keberhasilan dalam merintis bisnis mandiri setelah mengikuti pelatihan intensif ini.

ÔÇ£(Berkat SCYEP,) probabilitas aku bikin usaha sendiri dan sukses semakin meningkat,ÔÇØ ucap Christopher Edward, Chief Executive Officer Ruppy SC.

Miranda mengakui adanya kesulitan awal dalam menyatukan berbagai ide kreatif dari para anggota tim yang memiliki pemikiran berbeda-beda.

ÔÇ£Program ini bikin aku paham gimana sih real companies itu berjalan dengan banyaknya orang yang pemikirannya beda-beda, idenya beda-beda banget. Kami bahkan kesulitan menyatukan ide, tapi kami didorong untuk menyatukan ide tersebut sehingga mencapai target bersama,ÔÇØ jelas Miranda Debora Setiawan, Director of Public Relations Arthakara SC.

Kedua sekolah peraih gelar terbaik ini dijadwalkan akan melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional pada Juli 2026 sebagai langkah menuju kompetisi tingkat global.

Artikel terkait

Rekomendasi