AdaKami dan UNS Umumkan Pemenang Kompetisi FutureFin 2026

AdaKami dan UNS Umumkan Pemenang Kompetisi FutureFin 2026
Foto: Ilustrasi AdaKami dan UNS Umumkan Pemenang Kompetisi FutureFin 2026.

PT Pembiayaan Digital Indonesia atau AdaKami bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta secara resmi mengumumkan para pemenang FutureFin. Ajang ini merupakan kompetisi karya tulis ilmiah bagi mahasiswa.

Dilansir dari Money, FutureFin menjadi bagian dari inisiatif Tech for Indonesia milik AdaKami. Program tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa UNS untuk menyampaikan gagasan inovatif mengenai pinjaman daring atau fintech lending.

Fokus utama kompetisi ini adalah menghadirkan solusi fintech yang aman, bertanggung jawab, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Inisiatif tersebut juga bertujuan mendorong keterlibatan talenta muda dalam ekosistem inovasi keuangan digital.

Sebanyak 61 karya tulis masuk ke meja panitia, yang kemudian disaring menjadi 10 finalis. Para finalis mempresentasikan ide mereka di depan dewan juri yang terdiri dari kalangan akademisi dan praktisi industri.

Topik yang dibahas sangat beragam, mulai dari mitigasi risiko kredit hingga pemanfaatan teknologi keuangan untuk sistem pembiayaan yang lebih efisien. Dari seluruh peserta, terpilih tiga karya terbaik sebagai pemenang utama.

Juara pertama diraih oleh Oryza Sativa Heavenia dan Piero Muharoja Anantra. Karya mereka berjudul Deteksi First-Party Fraud pada Pinjaman Digital Menggunakan Pendekatan Proxy Income Estimation dan Data Perilaku Multi-Sumber.

Posisi kedua ditempati oleh Zahra Syakira Nabilla. Ia mempresentasikan sistem credit scoring berbasis Hybrid Neural XGBoost dengan Explainable AI untuk memprediksi risiko gagal bayar pada platform peer-to-peer lending.

Sementara itu, peringkat ketiga diduduki oleh Jonnathan Azarel Gunawan dan Raihan Ade Alfattah. Mereka fokus pada optimalisasi limit kredit nasabah melalui integrasi XGBoost dan LightGBM dengan modul SHAP.

Direktur Keuangan AdaKami, Valentina Juveline, yang juga bertindak sebagai juri menyatakan bahwa kompetisi ini dirancang untuk memberi kontribusi langsung pada industri fintech. Ia mengapresiasi antusiasme para mahasiswa.

"Antusiasme dan kualitas gagasan yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa inovasi yang berdampak bagi masa depan industri ini," ujar Valentina.

Sinergi Sektor Industri dan Dunia Akademis

Pihak universitas turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Prof Bhimo Rizky Samudro, menyebut FutureFin sebagai puncak rangkaian kerja sama yang telah berjalan selama beberapa bulan.

Proses kolaborasi tersebut mencakup tahap seleksi, mentoring, hingga pengembangan ide matang. Menurut Bhimo, kompetisi ini berhasil menjembatani kebutuhan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri secara nyata.

"Acara ini sangat luar biasa karena di sini kami para mahasiswa bisa eksplorasi dan mencari solusi untuk ide dalam dunia fintech. Saya berharap, AdaKami dapat menyelenggarakan lebih banyak kegiatan serupa," kata Zahra Syakira Nabilla.

Raihan Ade Alfattah juga menambahkan bahwa proses seleksi memberikan wawasan mendalam tentang industri fintech lending. Pengalaman tersebut diakuinya tidak didapatkan secara detail di dalam kelas perkuliahan.

Para pemenang berhak mendapatkan penghargaan berupa uang tunai serta kesempatan apprenticeship di AdaKami. Selain itu, mereka akan mendapatkan eksposur industri yang luas, termasuk kunjungan ke mitra teknologi perusahaan.

AdaKami merupakan perusahaan pinjaman daring legal yang berdiri sejak 2018 dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan berkomitmen menjembatani kesenjangan akses kredit bagi masyarakat luas.

Artikel terkait

Rekomendasi