PT Mandiri Utama Finance (MUF) berhasil membukukan pertumbuhan penyaluran pembiayaan syariah sebesar 3,1 persen pada kuartal I-2026. Laporan kinerja keuangan awal tahun ini dilansir dari Keuangan menunjukkan tren positif pada lini bisnis berbasis syariah perusahaan tersebut.
Kenaikan penyaluran dana tersebut juga mendorong piutang pembiayaan syariah MUF melonjak hingga 19,2 persen. Selain itu, perolehan laba bersih dari sektor ini turut mengalami peningkatan sebesar 12,6 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Sebagai pembanding, performa lini syariah MUF pada kuartal I-2025 mencatatkan penyaluran pembiayaan baru senilai Rp1,1 triliun. Pada periode yang sama di tahun lalu tersebut, total piutang pembiayaan syariah yang dikelola perusahaan berada di angka Rp7 triliun.
Pihak manajemen menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan respons langsung terhadap pergeseran preferensi konsumen di pasar nasional. Peningkatan minat masyarakat terhadap instrumen keuangan syariah menjadi pendorong utama raihan positif ini.
"Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang solid dan konsisten seiring meningkatnya permintaan pembiayaan berbasis syariah," ujar Direktur MUF, Dapot Parasian S. Sinaga kepada Kontan, Selasa (26/5/26).
Langkah strategis terus dijalankan perusahaan guna menjaga momentum kenaikan performa tersebut. Peningkatan kualitas layanan syariah diimplementasikan melalui perluasan portofolio produk, optimalisasi platform digital, serta perluasan kemitraan dengan pihak dealer maupun jaringan ekosistem syariah.
Sinergitas internal antarlembaga keuangan juga semakin diperketat oleh pihak manajemen. Perusahaan mengintensifkan kolaborasi bersama Bank Syariah Indonesia (BFI) untuk memperkuat aspek permodalan lewat skema joint financing sekaligus memperluas penetrasi pasar captive.
Potensi perluasan pasar ke depan dinilai masih sangat terbuka lebar bagi institusi keuangan ini. Sektor pembiayaan kendaraan bermotor serta pembiayaan multiguna diproyeksikan menjadi motor penggerak utama bagi perluasan market share syariah.
Kendati demikian, manajemen tidak menafikan adanya beberapa hambatan industri yang harus dihadapi. Rendahnya indeks literasi masyarakat mengenai produk keuangan syariah serta tingkat kompetisi yang semakin ketat antar pelaku usaha menjadi tantangan nyata saat ini.
Perusahaan tetap memelihara pandangan optimis dalam menghadapi dinamika pasar di masa mendatang. Penguatan strategi operasional diyakini mampu menjaga konsistensi pertumbuhan sektor syariah secara jangka panjang.