PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) membukukan pertumbuhan performa yang positif pada lini pembiayaan syariah sepanjang kuartal pertama tahun 2026. Seperti dilansir dari Keuangan, perseroan berhasil menyalurkan pembiayaan baru syariah senilai Rp829 miliar pada kuartal I-2026.
Angka penyaluran tersebut mengalami kenaikan sebesar 21% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sebagai catatan, nilai pembiayaan baru syariah CNAF pada kuartal I-2025 berada di angka Rp686 miliar.
Kenaikan ini juga berdampak positif pada piutang pembiayaan syariah perusahaan yang melonjak sebesar 26%. Portofolio piutang ini meningkat dari Rp4,24 triliun pada kuartal I-2025 menjadi Rp5,32 triliun pada kuartal I-2026.
Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, menilai bahwa sektor pembiayaan berbasis syariah ini masih menyimpan potensi besar. Peluang ekspansi yang positif tersebut mencakup sektor produktif maupun konsumtif, terutama di bidang pembiayaan kendaraan serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"CNAF memandang segmen pembiayaan ini masih memiliki peluang bisnis dan memiliki potensi pertumbuhan yang baik," ujarnya kepada Kontan, Senin (25/5/2026).
Faktor lain yang mendorong tren positif ini adalah semakin tingginya kesadaran publik terhadap pemanfaatan produk finansial syariah. Fenomena ini dipandang menjadi momentum bagi perusahaan multifinance untuk memperluas jangkauan pasar melalui variasi produk dan peningkatan kualitas layanan.
Meskipun menorehkan hasil impresif, sektor pembiayaan syariah masih menghadapi sejumlah hambatan operasional di lapangan. Ristiawan mengungkapkan bahwa tingkat inklusi serta literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat masih menjadi tantangan utama saat ini.
Hambatan lainnya terletak pada keterbatasan variasi dan ketersediaan opsi produk yang ditawarkan kepada konsumen. Kondisi tersebut dinilai ikut memengaruhi optimalisasi penetrasi pasar, ditambah ketatnya persaingan dengan pembiayaan konvensional yang menguasai pangsa pasar lebih luas.
Strategi Ekspansi Pasar CNAF
Guna menangkap peluang bisnis secara maksimal, manajemen CNAF telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah memperkuat penetrasi produk syariah yang relevan dengan kebutuhan pasar melalui perluasan aksesibilitas.
Perusahaan juga berencana mengembangkan produk syariah baru, seperti program pembiayaan emas dan haji. Langkah ini dikombinasikan dengan optimalisasi kualitas layanan berbasis digitalisasi serta perluasan program edukasi publik.
"Dengan strategi tersebut, CNAF berharap dapat memaksimalkan potensi pasar pembiayaan syariah sekaligus menjaga kualitas portofolio perusahaan tetap tumbuh sehat dan berkelanjutan," katanya.