PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan total pembiayaan perumahan melalui BSI Griya mencapai Rp 69,98 triliun hingga Desember 2025. Dilansir dari Investortrust, pertumbuhan ini didorong oleh tingginya minat generasi muda dalam kepemilikan hunian pertama dengan skema syariah.
Data perseroan menunjukkan bahwa mayoritas portofolio atau sekitar 60 persen dari total nasabah BSI Griya berasal dari Generasi Y dan Generasi Z. Angka tersebut setara dengan hampir 200.000 nasabah muda yang memilih hunian pada rentang harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.
Direktur Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menjelaskan bahwa ruang pertumbuhan untuk kebutuhan rumah tapak masih sangat besar, terutama pada segmen rumah pertama. Sektor ini menjadi fokus utama karena merupakan kebutuhan dasar sekaligus penggerak bisnis konsumer perusahaan.
"Hal ini terlihat dari tren pembiayaan griya BSI yang mayoritas Gen Z pada kisaran harga rumah Rp 500 Juta hingga Rp 1 miliar," ujarnya Kemas Erwan Husainy, Direktur Banking BSI.
Pencapaian kinerja ini didukung oleh rata-rata transaksi baru atau booking yang mencapai Rp 1 triliun setiap bulannya. Selain pembelian rumah baru, aliran pembiayaan juga mengalir untuk keperluan take over, renovasi, serta kebutuhan perumahan lainnya.
"Ini berarti anak-anak muda sudah mulai memilih pembiayaan rumah sesuai syariah yang memang kompetitif dan bersaing," kata Kemas Erwan Husainy, Direktur Banking BSI.
Faktor kompetitivitas BSI Griya terletak pada kepastian margin hingga masa tenor berakhir serta pembebasan sejumlah biaya seperti denda dan provisi. Nasabah juga mendapatkan fasilitas bebas biaya appraisal untuk plafon hingga Rp 5 miliar dengan jangka waktu cicilan mencapai 30 tahun.
"Seluruh manfaat tersebut membuat BSI Griya menjadi solusi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat dalam mewujudkan hunian impiannya," ucap Kemas Erwan Husainy, Direktur Banking BSI.
Guna memperluas akses bagi masyarakat, BSI telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 2.700 pengembang properti di seluruh Indonesia. Kerja sama ini mencakup berbagai jenis hunian, mulai dari rumah siap huni, sistem inden, hingga rumah bekas.
"Tahun ini kami akan tetap melanjutkan penjualan rumah di kawasan-kawasan strategis, terutama Jabodetabek dan kota-kota potensial lainnya seperti kawasan industri yang menyerap banyak tenaga kerja," ujar Kemas Erwan Husainy, Direktur Banking BSI.