Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadwalkan aksi pembersihan sungai dan saluran air secara masif di lima wilayah kota administrasi pada Jumat (18/4/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya normalisasi saluran air sekaligus mengantisipasi dampak buruk spesies invasif terhadap lingkungan perkotaan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa target utama dari operasi kebersihan ini adalah pengangkatan ikan sapu-sapu yang populasinya dinilai telah merusak ekosistem lokal. Pelaksanaan agenda tersebut akan dilakukan pada pagi hari secara terkoordinasi di seluruh wilayah Jakarta sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
"Ikan sapu-sapu, besok pada hari Jumat pagi secara serentak seluruh lima kota yang ada di Jakarta akan mengadakan acara untuk pembersihan ikan sapu-sapu," ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Pramono menegaskan pentingnya eliminasi spesies ini karena ancaman kesehatan bagi warga jika sampai dikonsumsi. Berdasarkan data laboratorium, ikan tersebut mengandung akumulasi zat berbahaya yang melampaui standar keamanan pangan.
"Kenapa ikan ini harus dibersihkan? Karena memang sudah merusak. Dan dari hasil lab, hampir semua ikan yang dites di laboratorium kadar batasnya itu kan 0,3 miligram. Dia lebih dari itu, sehingga akan sangat berbahaya kalau dikonsumsi," katanya.
Keberadaan ikan asal Amerika Selatan ini juga mengancam integritas infrastruktur sungai karena kebiasaannya membuat lubang di dinding tanggul. Selain itu, keseimbangan hayati terganggu akibat ikan sapu-sapu yang memangsa telur dan bibit ikan lokal di perairan umum.
Pramono menjelaskan bahwa daya tahan ikan ini sangat tinggi sehingga mampu berkembang biak meski dalam kondisi air yang sangat tercemar. Karakteristik invasif ini membuat populasinya sulit dikendalikan tanpa intervensi fisik secara langsung.
"Memang ikan ini bisa hidup dalam segala cuaca termasuk dalam kondisi air yang sangat-sangat tidak sehat. Dan memang ikan yang sumbernya itu di Amerika Selatan, di sana pun ini sudah menjadi persoalan dan dimusnahkan," ungkap Pramono.
Langkah pembersihan yang diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta ini sekaligus menjadi bagian dari program mitigasi bencana tahunan. Kegiatan sterilisasi sungai diprioritaskan selesai sebelum memasuki puncak musim hujan yang diprediksi mulai terjadi pada September mendatang.