Petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat melakukan aksi pembersihan sampah di kawasan tebing curam Pelawangan Sembalun, kaki Gunung Rinjani, pada Selasa (28/4/2026). Langkah tersebut diambil guna menjaga keberlangsungan ekosistem di area wisata alam tersebut.
Kondisi geografis yang sulit membuat penanganan limbah di area tersebut memerlukan peralatan khusus, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Para petugas menggunakan teknik tali temali untuk menjangkau titik-titik sampah yang tersangkut di lereng gunung.
Kepala Balai TNGR NTB, Budhy Kurniawan, menjelaskan bahwa jalur pendakian menyimpan tantangan tersendiri terkait manajemen limbah manusia. Sampah seringkali ditemukan di lokasi yang sukar diakses oleh pendaki biasa.
"Aktivitas pendakian tidak hanya meninggalkan jejak cerita, tetapi juga potensi menimbulkan sampah di area yang sulit dijangkau, termasuk di tebing-tebing curam di kawasan wisata alam Gunung Rinjani," kata Budhy Kurniawan, Kepala Balai TNGR NTB.
Tim teknis lapangan dikerahkan untuk menyisir celah-celah bebatuan di sepanjang lereng. Prosedur keselamatan kerja menjadi prioritas utama mengingat risiko tinggi saat beroperasi di ketinggian.
"Kegiatan ini membutuhkan ketelitian, keterampilan, serta komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja," kata Budhy Kurniawan.
Budhy menegaskan bahwa pembersihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam mengelola lingkungan pegunungan secara berkelanjutan. Edukasi kepada para pengunjung terus ditingkatkan agar kesadaran menjaga kebersihan menjadi budaya kolektif.
"Karena menjaga kelestarian Rinjani adalah tanggung jawab kita bersama. Mari terapkan prinsip bawa turun kembali apa yang dibawa naik," kata Budhy Kurniawan.
Masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak abai terhadap aturan lingkungan demi kenyamanan bersama. Pemeliharaan kawasan menjadi faktor kunci agar pariwisata tetap berjalan tanpa merusak alam.
"Mari wujudkan kawasan yang aman dan bersih, supaya wisatawan merasa nyaman," kata Budhy Kurniawan.
Sebelumnya, otoritas terkait telah membuka kembali jalur pendakian Gunung Rinjani sejak 1 April 2026. Pembukaan ini dilakukan setelah kawasan tersebut sempat ditutup pada awal tahun demi proses pemulihan ekosistem secara alami.