Pemerintah Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Rampung Juni 2026

Pemerintah Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Rampung Juni 2026
Foto: Ilustrasi Pemerintah Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Rampung Juni 2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Permanen tahap II pada akhir Juni 2026. Proyek yang tersebar di puluhan titik tersebut diharapkan dapat segera beroperasi guna mendukung fasilitas pendidikan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Penyelesaian infrastruktur ini direncanakan bertepatan dengan persiapan kalender akademik mendatang. Dilansir dari Nasional, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pembagian tugas pembangunan fisik dan pengelolaan operasional lembaga pendidikan tersebut.

"Sekarang sudah proses pembangunan di 93 titik ya, atau di 97 titik. Yang ditargetkan nanti selesai bulan Juni atau akhir Juni lah paling lambat ya," ujar Gus Ipul, Menteri Sosial saat ditemui dalam agenda Satu Tahun Sekolah Rakyat, di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026).

Gus Ipul menjelaskan bahwa saat ini progres pembangunan di lapangan bervariasi. Meski capaian persentase setiap lokasi berbeda-beda, seluruh pengerjaan dipastikan terus berjalan secara simultan untuk mengejar tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah.

"Sekarang sedang berproses, ada yang sudah 30 persen, ada yang masih 20 persen, ada yang sudah 40 persenya, semua sedang berproses," tutur Gus Ipul.

Pemerintah pusat mengucurkan dana yang cukup besar untuk memastikan fasilitas pendidikan ini memiliki standar bangunan permanen. Anggaran tersebut dialokasikan secara spesifik untuk menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan penguatan akses sekolah di tingkat nasional.

"Rata-rata itu satu tempat di atas Rp 200 miliar," kata Gus Ipul.

Pemanfaatan gedung baru ini diproyeksikan mulai efektif pada pertengahan tahun ini. Hal tersebut bertujuan agar siswa dapat langsung memulai kegiatan belajar mengajar menggunakan fasilitas permanen yang disediakan oleh negara.

"Kami harapkan nanti gedung-gedung permanen ini sudah bisa manfaatkan pada saat awal tahun ajaran baru di bulan Juli," jelas Gus Ipul.

Di sisi lain, Kantor Staf Presiden memberikan rincian terkait persebaran lokasi pembangunan infrastruktur pendidikan ini. Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari memaparkan data mengenai sebaran 104 titik Sekolah Rakyat yang tengah dibangun di seluruh pulau besar di Indonesia.

"Pembangunan SR tahap 2 di wilayah Jawa sebanyak 40 lokasi, di Pulau Sumatera 26 lokasi, Pulau Kalimantan 12 lokasi, Pulau Sulawesi 16 lokasi," ungkap Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Data sebaran ini mencakup wilayah tengah hingga timur Indonesia guna mewujudkan pemerataan. Pembangunan juga menyentuh wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebanyak tiga lokasi, Maluku empat lokasi, serta wilayah Papua sebanyak tiga lokasi.

Artikel terkait

Rekomendasi