PT Hutama Karya (Persero) menargetkan penyelesaian pembangunan Proyek Sekolah Rakyat (SR) DKI Jakarta pada 20 Juni 2026 mendatang. Hingga awal Mei 2026, progres pengerjaan fisik fasilitas pendidikan tersebut dilaporkan telah melampaui angka 40 persen, dilansir dari Kompas.
Kepastian jadwal penyelesaian ini ditegaskan setelah Direktur Operasi II Mardiansyah dan Direktur Manajemen Risiko Fatma Dewi Setyowati meninjau langsung lokasi proyek pada Minggu (3/5/2026). Kunjungan jajaran direksi ini bertujuan memastikan standar mutu, ketepatan waktu, serta aspek keselamatan kerja terpenuhi di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa pengawasan ketat dari manajemen merupakan bentuk keseriusan perusahaan. Komitmen tersebut bertujuan agar fasilitas pendidikan bagi warga Jakarta ini dapat segera digunakan sesuai rencana.
ÔÇ£Melalui kunjungan ini, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan Sekolah Rakyat DKI Jakarta," jelas Hamdani dalam rilis, Minggu (3/5/2026).
Pihak manajemen menilai keberadaan sekolah ini sangat krusial dalam mendukung agenda nasional. Pembangunan diarahkan untuk menciptakan sarana belajar yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah ibu kota.
ÔÇ£Kami optimistis proyek ini dapat memberikan manfaat nyata sebagai sarana pendidikan yang layak, berkualitas, dan inklusif bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap agenda pembangunan nasional di sektor pendidikan,ÔÇØ lanjutnya.
Secara teknis, proyek Sekolah Rakyat DKI Jakarta melibatkan pembangunan delapan infrastruktur utama di satu kawasan. Lingkup pengerjaan meliputi asrama SD, SMP, dan SMA, rumah susun untuk tenaga pendidik, bangunan sekolah, masjid, hingga kantin serbaguna dan penataan lanskap.
Saat ini, tim konstruksi sedang memfokuskan pengerjaan pada struktur dan arsitektur bangunan inti serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Untuk mengejar target penyelesaian, Hutama Karya menerapkan skema kerja tiga shift secara berkesinambungan dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.