Aksi solidaritas doa bersama dan tabur bunga digelar warga di Stasiun Bekasi Timur untuk memperingati tragedi tabrakan antara KRL jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek. Peristiwa maut yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam tersebut mengakibatkan total 106 orang menjadi korban.
Berdasarkan laporan data yang dilansir dari Megapolitan, sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif. Sementara itu, 90 penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat benturan keras antara KRL nomor PLB 5568A dengan kereta eksekutif relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi tersebut.
Sejumlah relawan dari berbagai komunitas tampak memadati pelataran stasiun pada Kamis (30/4/2026) untuk memberikan penghormatan terakhir bagi para korban. Anna, salah satu relawan di lokasi, menyampaikan rasa duka yang mendalam serta harapan bagi para penyintas dan keluarga yang ditinggalkan.
ÔÇ£Kami turut berbelasungkawa atas kejadian tragedi yang ada di Stasiun Bekasi Timur. Semoga teman-teman yang menjadi korban cepat pulih, yang ditinggalkan mendapatkan surga dan tempat yang terbaik di sana. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,ÔÇØ ujar Anna, relawan.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, turut meninjau lokasi dan menyatakan bahwa kecelakaan ini menjadi pukulan besar bagi daerah tersebut. Ia menyoroti banyaknya kaum perempuan yang menjadi korban dalam insiden transportasi massal tersebut.
ÔÇ£Ini merupakan suatu pelajaran bagi kita semua bahwa takdir adalah keputusan Allah SWT,ÔÇØ kata Harris, Wakil Wali Kota Bekasi.
Harris menjelaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat telah dilakukan untuk langkah mitigasi agar kecelakaan serupa tidak terulang di masa depan. Fokus utama penanganan meliputi perbaikan infrastruktur jalur kereta dan rencana pembangunan jembatan layang.
"Pemerintah pusat juga akan memberikan bantuan dana presiden kepada Kota Bekasi untuk pembangunan flyover agar kejadian seperti ini tidak terulang,ÔÇØ ujar Harris, Wakil Wali Kota Bekasi.
Meskipun operasional kereta api di Stasiun Bekasi Timur kini telah kembali normal, Harris tetap meminta seluruh masyarakat untuk mengambil hikmah dari kejadian ini. Ia juga menyampaikan apresiasi atas tingginya empati masyarakat yang hadir memberikan dukungan moral di stasiun.