Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat aktif dalam aksi hemat energi melalui pemadaman lampu selama satu jam. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tahun ini.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Dilansir dari Kompas, pemadaman serentak ini akan mencakup lima wilayah administrasi di Jakarta guna mendorong kesadaran lingkungan.
Langkah ini diklaim bukan sekadar aksi simbolis semata, melainkan memiliki dampak terukur terhadap efisiensi energi. Data menunjukkan bahwa partisipasi kolektif mampu memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian alam di ibu kota.
Berdasarkan informasi dari akun Instagram @dkijakarta, inisiatif pemadaman lampu serupa sepanjang tahun 2025 telah membuahkan hasil signifikan. Pencapaian ini menjadi bukti efektivitas gerakan hemat energi bagi ekonomi dan lingkungan.
Secara teknis, aksi tersebut berhasil menekan konsumsi listrik hingga mencapai 439,76 MWh. Dari sisi finansial, penghematan ekonomi yang dihasilkan menyentuh angka Rp636.655.763 selama periode tersebut.
Selain itu, dampak ekologis yang dihasilkan juga sangat krusial, yakni penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 365,53 ton COÔéé. Angka-angka ini mempertegas bahwa kontribusi sederhana warga sangat berdampak bagi keberlanjutan ekosistem.
Lokasi dan Titik Strategis Pemadaman
Pemadaman lampu akan dipusatkan di sejumlah jalan protokol dan titik strategis di berbagai wilayah. Di Jakarta Pusat, aksi mencakup Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, sekitar Jalan Medan Merdeka, hingga area Balai Kota.
Wilayah Jakarta Utara akan memfokuskan pemadaman di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Sementara itu, Jakarta Barat melibatkan kawasan Jalan Daan Mogot dan kompleks perkantoran Walikota Jakarta Barat.
Untuk Jakarta Timur, titik pelaksanaan berada di Jalan Dr. Sumarno dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Di wilayah Jakarta Selatan, pemadaman dilakukan di Jalan Prapanca Raya, Jalan Rasuna Said, hingga area Sudirman dekat Patung Pemuda.
Cakupan dan Partisipasi Ikon Kota
Gerakan ini menyasar seluruh bangunan kantor milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kecuali fasilitas pelayanan kesehatan dan objek vital nasional. Sektor swasta, seperti hotel, mal, dan apartemen, juga diimbau untuk berpartisipasi.
Sejumlah ikon legendaris Jakarta dipastikan akan memadamkan lampunya secara serentak. Landmark tersebut meliputi Monumen Nasional (Monas), Patung Jenderal Sudirman, Bundaran Hotel Indonesia, hingga Patung Arjuna Wiwaha.
Melalui gerakan ini, Pemprov DKI Jakarta menargetkan peningkatan kesadaran kolektif terhadap isu pelestarian lingkungan. Partisipasi aktif dari setiap individu menjadi faktor penentu terciptanya masa depan kota yang lebih hijau.