PT Freeport Indonesia Tingkatkan Proporsi Pekerja Asli Papua Jadi 40,9 Persen

PT Freeport Indonesia Tingkatkan Proporsi Pekerja Asli Papua Jadi 40,9 Persen
Foto: Ilustrasi PT Freeport Indonesia Tingkatkan Proporsi Pekerja Asli Papua Jadi 40,9 Persen.

PT Freeport Indonesia (PTFI) melaporkan peningkatan signifikan serapan tenaga kerja asli Papua yang kini mencapai angka 40,9 persen dari total karyawan. Kontribusi perusahaan dalam aspek ekonomi dan sosial tersebut terlihat nyata di wilayah operasional Mimika Timur, Kuala Kencana, dan Tembagapura, Papua Tengah, dilansir dari Suara.

Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja ini mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari bidang teknis hingga level manajerial. Keberhasilan tersebut didorong oleh investasi jangka panjang perusahaan pada program beasiswa dan pusat pelatihan bagi generasi muda di sekitar area tambang.

"Kami melihat kemajuan yang membanggakan. Tenaga kerja asal Papua kini mengisi peran yang semakin beragam, dari posisi teknis hingga manajerial. Ini adalah hasil investasi jangka panjang pada pendidikan dan pelatihan," kata Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas.

Selain sektor ketenagakerjaan, PTFI juga membina lebih dari 400 pelaku usaha lokal untuk menciptakan ekosistem ekonomi mandiri. Sektor jasa transportasi, katering, hingga perbengkelan di Timika mengalami kenaikan pendapatan secara rutin melalui program pemberdayaan bisnis lokal.

"Sekarang kami bisa mempekerjakan lebih banyak orang kampung, dan usaha kami bisa mengirimkan pasokan secara rutin," ujar salah satu pelaku usaha, Grasella Kunong.

Pada sektor kesehatan dan pendidikan, perusahaan menjalankan program penanganan malaria serta pembangunan fasilitas belajar dari tingkat PAUD hingga sekolah menengah. Langkah ini bertujuan memperkuat fondasi sumber daya manusia Papua untuk masa depan yang berkelanjutan.

"Kesehatan dan pendidikan merupakan fondasi utama bagi masa depan Papua. Karena itu, kami menjalankan program sosial secara jangka panjang dan berkelanjutan," kata Tony Wenas.

Pembangunan infrastruktur berupa akses jalan, listrik, dan air bersih juga terus ditingkatkan melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal. Hal ini bertujuan untuk membuka isolasi wilayah dan memperlancar distribusi logistik masyarakat di luar aktivitas pertambangan.

"Tujuan kami adalah agar Papua Tengah memiliki kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan, jauh melampaui masa operasional tambang. Kami ingin masyarakat merasakan manfaat jangka panjang dari setiap investasi yang dilakukan hari ini," tutur Tony Wenas.

Saat ini, PTFI fokus pada pengembangan usaha lokal berbasis potensi daerah dan pelestarian lingkungan hidup. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi pilar pembangunan ekonomi bagi masyarakat di Papua Tengah.

Artikel terkait

Rekomendasi