PDB Kuartal I-2026 Tumbuh 5,61 Persen Pacu Penguatan IHSG

PDB Kuartal I-2026 Tumbuh 5,61 Persen Pacu Penguatan IHSG
Foto: Ilustrasi PDB Kuartal I-2026 Tumbuh 5,61 Persen Pacu Penguatan IHSG.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencatatkan performa positif dengan tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Berdasarkan data yang dilansir dari Investortrust, pencapaian ini turut memacu penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah volatilitas pasar global.

Produk domestik bruto (PDB) pada tiga bulan pertama tahun ini menyentuh Rp6.187,2 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB). Sementara itu, nilai PDB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat berada di angka Rp3.447,7 triliun.

Aktivitas pasar domestik menunjukkan antisipasi yang besar terhadap rilis data makroekonomi tersebut. Pergerakan IHSG merespons positif data pertumbuhan yang dinilai mampu menjadi penahan tekanan dari sentimen luar negeri.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, memberikan proyeksi terkait dampak data ekonomi tersebut terhadap pasar saham.

"Hasil yang di atas ekspektasi dapat menjadi katalis positif untuk memperkuat IHSG di tengah tekanan global, apalagi ketegangan antara AS dengan Iran kembali meningkat," ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Proyeksi awal dari Mirae Asset mengunggulkan pertumbuhan PDB kuartal I-2026 berada di atas angka 5,39 persen. Melalui pendekatan teknikal, pergerakan IHSG terindikasi mengalami fase jenuh jual (oversold) lewat indikator RSI dan mulai menunjukkan pembalikan arah dari pola wave B.

Volume transaksi di bursa saham terpantau mengalami kenaikan. Kendati demikian, beberapa indikator teknikal seperti RSI dan Stochastics K_D masih memperlihatkan sinyal yang cenderung negatif.

Estimasi pergerakan indeks dari Mirae Asset menempatkan area support pada rentang 6.917ÔÇô6.684. Di sisi lain, target resistansi pasar diperkirakan berada pada area 7.119ÔÇô7.244. Menjelang akhir perdagangan sesi pertama, IHSG bertumbuh 0,97 persen menuju level 7.039,8.

Geopolitik internasional kembali memanas seiring meningkatnya friksi antara Amerika Serikat dan Iran. Militer AS mengumumkan telah menghancurkan enam unit kapal Iran serta melumpuhkan rudal dan drone yang mengarah ke armada Angkatan Laut AS maupun kapal niaga.

Konflik di Timur Tengah ini memicu lonjakan harga minyak mentah jenis WTI sebesar lebih dari 3 persen hingga menyentuh US$105 per barel. Kondisi global tersebut turut memengaruhi pergerakan mata uang domestik.

Nilai tukar rupiah terpantau masih berada dalam posisi tertekan pada level Rp17.393,5 per dolar AS dan terus mendekati psikologis Rp17.400 per dolar AS. Situasi pergerakan kurs ini menjadi perhatian utama bagi para pemodal, terutama investor luar negeri.

Menghadapi dinamika pasar saat ini, pelaku pasar direkomendasikan untuk melakukan rotasi sektor ke saham-saham yang memiliki ketahanan inflasi tinggi atau menawarkan hasil dividen kuat. Sektor yang dapat dicermati meliputi energi, bahan baku (basic materials), barang konsumsi, dan keuangan.

Para investor juga disarankan memprioritaskan portofolio pada emiten berfundamental kokoh, memiliki tingkat valuasi yang menarik, serta memperlihatkan indikasi pembalikan tren dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang ketat.

Artikel terkait

Rekomendasi