Sektor industri makanan dan minuman lintas negara kembali dipertemukan dalam ajang pameran SIAL yang diikuti oleh peserta dari 25 negara. Eksibitor yang terlibat mencakup wilayah China, Asia-Pasifik (APAC), Eropa, hingga Timur Tengah dan Afrika (EMEA).
Gelaran berskala internasional ini merupakan hasil kerja sama antara Seven Event dengan Comexposium yang juga mendapatkan dukungan langsung dari Kementerian Perindustrian. Seperti dilansir dari Suara, ajang ini menjadi tonggak baru bagi ekspansi jaringan bisnis global.
"Jaringan SIAL saat ini memasuki babak baru yang sangat penting," kata CEO Food and Beverage Division Comexposium, Rodolphe Lameyse dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Para partisipan pameran akan difasilitasi untuk bertemu langsung dengan pembeli potensial melalui sistem Business Matching yang terukur. Fasilitas tersebut dirancang untuk menjamin efisiensi interaksi selama pameran berlangsung.
"Fasilitas ini bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi waktu di pameran dan memastikan terciptanya kemitraan strategis yang nyata dan berkelanjutan," ujar Rodolphe.
Pameran ini menonjolkan berbagai pembaruan di sektor pangan, mulai dari kategori makanan beku hingga teknologi pengolahan terbaru. Fokus utama lainnya juga mencakup perkembangan industri kopi dan teh yang terus tumbuh di pasar global.
Keunggulan produk peserta akan diuji melalui program SIAL Innovation yang menilai aspek orisinalitas serta kualitas dampak pasar. Rodolphe menjelaskan bahwa setiap partisipan akan memamerkan produk paling inovatif untuk mendapatkan penilaian dari dewan juri.
Selain aktivitas bisnis, rangkaian acara di JIExpo juga dimeriahkan oleh International Cooking Competition. Kompetisi ini melibatkan asosiasi chef internasional untuk menunjukkan kreativitas para koki dari berbagai negara di hadapan juri dunia.
"Penilaian langsung dari juri-juri kelas dunia," ujar Rodolphe.
Presiden Direktur Seven Event, Andy Wismarsyah menyatakan bahwa inti dari penyelenggaraan pameran ini terletak pada efektivitas pertemuan bisnis. Pihaknya berkomitmen menyediakan atmosfer profesional yang mendukung produktivitas pelaku industri.
"Sebagai kelanjutan resmi SIAL Interfood di Indonesia, fokus utama kami tahun ini adalah menghadirkan standar keunggulan bisnis internasional dengan menghubungkan para peserta pameran kami dengan profil pelaku industri yang sangat berkualitas," ujarnya.
Andy menambahkan bahwa penyediaan area pameran yang komprehensif diharapkan mampu memicu kolaborasi nyata bagi kemajuan industri di tanah hari. Komitmen ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok pangan internasional.
"Harapan kami, setiap interaksi yang tercipta di JIExpo Kemayoran nanti dapat menghasilkan kolaborasi nyata yang mendorong kemajuan berkelanjutan bagi industri makanan dan minuman di Indonesia," ujar Andy.