Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan 37 ekor hewan kurban yang terdiri dari 28 ekor sapi dan sembilan ekor kambing untuk Hari Raya Iduladha tahun 2026 di IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kepastian ketersediaan hewan yang sehat dan layak konsumsi ini disampaikan pada Senin (25/5/2026).
Penyediaan hewan kurban tersebut dilansir dari Media Indonesia melalui pemeriksaan ketat bersama tim kesehatan hewan dari Pos Sepaku. Langkah ini diambil guna menjamin kualitas kesehatan seluruh ternak agar memenuhi regulasi serta aman dikonsumsi oleh masyarakat luas.
Pemeriksaan berkala dilakukan untuk memastikan seluruh ternak terbebas dari cacat fisik dan penularan wabah. Pihak otoritas juga berfokus pada pemberian imunitas serta tindakan medis preventif bagi setiap hewan yang dikumpulkan.
"Setiap hewan kurban itu telah di vaksinasi dan pengobatan penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD)," sebut Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito.
Penyakit PMK dan LSD menjadi perhatian khusus karena sifatnya yang sangat menular pada golongan hewan ternak berkuku belah maupun mamalia besar. Menurut penjelasan pihak terkait, penularan kedua infeksi tersebut berpotensi memicu kerugian finansial yang masif bagi komunitas peternak lokal.
Seluruh pasokan hewan kurban diperoleh dari akumulasi sumbangan jajaran pejabat serta pegawai Otorita IKN, kelompok masyarakat, hingga korporasi BUMN dan swasta. Di samping itu, terdapat kontribusi khusus berupa sapi bantuan dari Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
"Bapak presiden Prabowo Subianto salurkan dua ekor sapi masing-masing bobot kurang lebih 950 kilogram, dan satu ekor sapi dari pak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan bobot sekitar 850 kilogram. Sementara pak Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono dan keluarganya menyumbangkan satu ekor sapi seberat kurang lebih 145 kilogram," beber Suwito.
Skema penyaluran logistik kurban direncanakan menyasar wilayah pemukiman di sekitar kawasan ibu kota baru secara proporsional. Sebanyak 13 ekor sapi akan disebar langsung menuju tempat ibadah yang sebelumnya telah mengirimkan berkas permohonan resmi.
Sementara itu, sisa hewan kurban yang berjumlah 15 ekor sapi dan sembilan ekor kambing akan dipusatkan untuk proses pemotongan di Masjid Negara. Panitia bentukan masjid kemudian bertanggung jawab mendistribusikan hasil pemotongan tersebut.
"Daging sapi yang terkumpul, kemudian akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak oleh panitia kurban Masjid Negara," pungkas Suwito.