Sugeng Priyanto Raup Omzet Belasan Juta dari Ternak Lele di Muara Enim

Sugeng Priyanto Raup Omzet Belasan Juta dari Ternak Lele di Muara Enim
Foto: Ilustrasi Sugeng Priyanto Raup Omzet Belasan Juta dari Ternak Lele di Muara Enim.

Sugeng Priyanto, seorang peternak ikan lele di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, berhasil mencatatkan omzet hingga belasan juta rupiah setiap bulan setelah sempat mengalami kegagalan usaha.

Kesuksesan ini diraih melalui proses panjang dan dukungan program kemitraan dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Sebagaimana dilansir dari Investortrust, Sugeng mengawali bisnisnya secara mandiri dengan bekal pengetahuan terbatas dan modal pribadi yang minim.

"Saya mulai belajar sendiri tentang bagaimana beternak lele. Saya belajar dari internet dan lain-lain. Pada saat itu modal saya tak banyak. Hanya Rp 5 juta. Itu pun harus menguras tabungan saya yang ada," tutur Sugeng.

Keterbatasan modal dan pengalaman membuat Sugeng awalnya memilih fokus pada sektor pembibitan daripada pembesaran ikan. Namun, keputusan tersebut menghadapi tantangan besar ketika penyakit menyerang dan mengakibatkan kematian puluhan ribu bibit ikan miliknya.

"Saya kaget juga. Namun, saya tak boleh berlama-lama meratapi kondisi itu. Saya harus move on," ujar Sugeng saat mengenang masa sulit tersebut.

Selain serangan penyakit, ia juga menghadapi kendala pemasaran akibat faktor alam. Bencana banjir di wilayahnya sempat membuat para pengepul enggan membeli bibit lele karena risiko ikan yang lepas dari kolam.

"Maklum, kalau banjir ikan lele kan bisa berenang bebas keluar dari kolamnya," ujar Sugeng.

Kondisi tersebut memaksanya untuk mengubah strategi bisnis dengan merambah ke usaha pembesaran ikan konsumsi. Titik balik usahanya terjadi pada tahun 2021 saat ia resmi terdaftar sebagai mitra binaan PTBA dan memperoleh pinjaman modal usaha.

"Saya gunakan uang itu untuk membangun kolam pembesaran," kata Sugeng.

Dukungan dari perusahaan plat merah tersebut tidak terbatas pada aspek finansial semata. Sugeng juga mendapatkan pendampingan berkelanjutan melalui berbagai program edukasi yang diselenggarakan secara berkala.

"Bukit Asam memberikan kami para pemilik UMK dengan berbagai pelatihan. Itu rutin, biasanya melalui Rumah BUMN Bukit Asam," ucap Sugeng.

Melalui fasilitas dari PTBA, Sugeng juga mengikuti Sertifikasi Kompetensi Perikanan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Keberhasilan meraih sertifikat tersebut kini memperkuat rasa percaya dirinya dalam mengelola bisnis perikanan di wilayah Muara Enim.

Artikel terkait

Rekomendasi