Omoway Targetkan Segmen Baru Lewat Teknologi Self-Balancing Omo-X

Omoway Targetkan Segmen Baru Lewat Teknologi Self-Balancing Omo-X
Foto: Ilustrasi Omoway Targetkan Segmen Baru Lewat Teknologi Self-Balancing Omo-X.

Produsen motor listrik Omoway secara resmi memperkenalkan model Omo-X di Bogor, Jawa Barat, sebagai upaya menciptakan segmen pasar baru di industri kendaraan roda dua nasional. Dilansir dari Otomotif, perusahaan mengandalkan teknologi mutakhir untuk bersaing di tengah maraknya merek motor listrik di Indonesia.

General Manager Omoway Indonesia, Yulong Chen menyatakan bahwa pihaknya tidak menganggap produsen lain sebagai pesaing langsung. Penegasan ini didasari atas keyakinan terhadap inovasi teknologi yang ditanamkan pada unit Omo-X tersebut.

"Menurut kami ya, saingan diri sendiri. Kita engga terlibat saingan sama siapa-siapa atau milik siapa-sapa," ujar Chen di Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Yulong Chen menilai fitur yang dibawa oleh Omoway belum dimiliki oleh pabrikan lain pada kategori harga yang serupa. Omo-X sendiri hadir dalam dua varian, di mana tipe tertinggi dibekali teknologi self-balancing yang mampu menjaga keseimbangan motor secara otomatis melalui sistem elektronik pintar.

"Di jalan ini, saat ini, hanya satu milik Omoway. Bener kan. Kalian lihat. Sedunia ada enggak, enggak ada ya," ungkap Chen.

Desain motor ini mengusung konsep modern dengan bodi besar dan garis agresif yang dilengkapi berbagai sensor elektronik. Omoway mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk memberikan pengalaman berkendara yang berbeda bagi para penggunanya.

"Smart (Omo-x Smart) ini canggih sekali. Siapa yang sudah punya fitur self-balancing? Siapa yang punya motor smart? Siapa yang punya teknologi secanggih ini dengan harga seperti ini? Belum ada," ujar Chen.

Perusahaan memilih untuk memprioritaskan pengembangan kualitas produk daripada mengkhawatirkan pergerakan kompetitor di pasar. Chen meyakini bahwa penguatan kualitas secara internal akan berdampak positif pada tingkat kepercayaan konsumen di masa mendatang.

"Jadi kami bersaing dengan diri sendiri," ujar Chen.

Langkah ini diambil agar posisi merek semakin kokoh seiring dengan pertumbuhan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Pihak manajemen optimis bahwa teknologi unik yang mereka tawarkan akan menjadi daya tarik utama bagi pembeli.

"Semakin lama, kami harus semakin kuat dan semakin bagus. Nantinya konsumen akan semakin banyak dan kepercayaan terhadap kami juga akan semakin kuat," katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi