OJK Targetkan Satu Bank Umum Syariah Baru Terbentuk Tahun 2026

OJK Targetkan Satu Bank Umum Syariah Baru Terbentuk Tahun 2026
Foto: Ilustrasi OJK Targetkan Satu Bank Umum Syariah Baru Terbentuk Tahun 2026.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pembentukan satu Bank Umum Syariah (BUS) baru hasil proses spin-off pada tahun 2026 demi memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional. Bank baru ini nantinya diproyeksikan masuk ke dalam Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2, seperti dilansir dari Finansial pada Minggu (17/5/2026).

ÔÇ£Pada tahun ini juga diharapkan terbentuk satu Bank Umum Syariah (BUS) baru hasil proses spin-off yang akan memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional pada kelompok KBMI 2,ÔÇØ ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.

Langkah penguatan struktur ini berjalan beriringan dengan performa industri perbankan syariah yang tumbuh solid dan berkelanjutan. Berdasarkan data OJK hingga Maret 2026, aset perbankan syariah melonjak 10,49 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp1.061,61 triliun, sementara pembiayaan tumbuh 9,82 persen (yoy) mencapai Rp716,40 triliun ditopang kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,14 persen (yoy) menjadi Rp811,76 triliun.

Rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) tercatat terus merangkak naik hingga menyentuh angka 87,65 persen. Di sisi lain, tingkat kualitas pembiayaan masih berada dalam kondisi aman dengan rasio Non Performing Financing (NPF) Gross sebesar 2,28 persen serta NPF Net pada angka 0,87 persen.

ÔÇ£Momentum pertumbuhan tersebut menjadi milestone penting dari upaya transformasi dan penguatan industri perbankan syariah nasional yang mengacu pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023ÔÇô2027,ÔÇØ kata Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.

Selain fokus pada BUS baru, OJK tengah memproses penggabungan terhadap 21 BPR/BPR Syariah demi menghasilkan 9 BPR Syariah yang jauh lebih efisien. Upaya ini dibarengi peluncuran regulasi baru, termasuk POJK Nomor 4 Tahun 2026 mengenai Penyelenggaraan Produk Investasi Perbankan Syariah untuk memacu model bisnis sektor kosolidasi tersebut.

Sektor riil dan UMKM juga mendapat guyuran pembiayaan dari industri syariah senilai Rp217,86 triliun. Perkembangan produk komersial lainnya tercatat lewat implementasi Shariah Restricted Investment Account (SRIA) senilai Rp1,35 triliun serta realisasi Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) dengan total penghimpunan dana Rp22,76 miliar.

Indikator Perbankan Syariah Maret 2026
Indikator Perbankan SyariahPosisi Maret 2026Pertumbuhan (yoy)
AsetRp 1.061,61 triliun10,49%
PembiayaanRp 716,40 triliun9,82%
Dana Pihak Ketiga (DPK)Rp 811,76 triliun11,14%
Financing to Deposit Ratio (FDR)87,65%-
NPF Gross2,28%-
NPF Net0,87%-
Pembiayaan UMKMRp 217,86 triliun-

Artikel terkait

Rekomendasi