Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan kinerja sektor keuangan nasional mulai dari perbankan hingga penjaminan bakal tumbuh solid dan berkelanjutan pada tahun 2026 di tengah dinamika ekonomi global. Optimisme tersebut disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026 di Jakarta pada Kamis (5/2/2026) malam, seperti dilansir dari Investortrust.
OJK menetapkan target pertumbuhan kredit perbankan sebesar 10% hingga 12% dan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sekitar 7% sampai 9%. Pertumbuhan aset asuransi diperkirakan mencapai 5% hingga 7%, dana pensiun 10% sampai 12%, penjaminan 14% hingga 16%, serta piutang pembiayaan 6% sampai 8%.
"OJK pun akan mencermati berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi, serta kebijakan-kebijakan yang diambil," ujar Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.
Peninjauan outlook secara berkala akan dilakukan oleh OJK guna menyelaraskan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini didukung oleh stabilitas Sektor Jasa Keuangan yang dinilai tetap terjaga dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan pada 28 Januari 2026.
"OJK optimis kinerja sektor keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan di tahun 2026," kata Friderica Widyasari Dewi.
Target lain yang dibidik adalah penghimpunan dana di pasar modal sebesar Rp250 triliun dan pertumbuhan konsumen aset keuangan digital serta kripto sebesar 26%. Permintaan skor kredit lewat innovative credit scoring juga diproyeksikan menyentuh 200 juta permintaan.
ÔÇ£Sedangkan piutang perusahaan pembiayaan kita proyeksikan tumbuh 6%-8%. Di pasar modal, penghimpunan dana ditargetkan sebesar Rp 250 triliun di tahun 2026,ÔÇØ kata Friderica Widyasari Dewi.
Kondisi ekonomi domestik saat ini terpantau ekspansif dengan pertumbuhan ekonomi tahunan mencapai 5,11%. Namun, perekonomian global diprediksi masih stagnan di bawah rata-rata historis akibat pelemahan perdagangan dan peningkatan risiko geopolitik di Iran.
ÔÇ£Tentu saja kita semua mengharapkan sinergi dan kolaborasi dari semua untuk memberikan yang terbaik untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2026,ÔÇØ ucap Friderica Widyasari Dewi.
Pemerintah menyambut baik rencana kebijakan OJK yang turut menyasar program prioritas seperti koperasi desa merah putih dan likuiditas perumahan masyarakat berpenghasilan rendah. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan dan kepercayaan pasar.
ÔÇ£Kami percaya dengan reformasi yang dilakukan, masa depan perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh sektor keuangan yang stabil, kredibel, dan sangat berkontribusi kepada pertumbuhan,ÔÇØ kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pertemuan tahunan tersebut dihadiri secara luring dan daring oleh 7.000 peserta, termasuk jajaran menteri, pimpinan lembaga negara, pelaku usaha, serta duta besar negara sahabat.