OJK Pantau Potensi Penghapusan Saham Indonesia dari Indeks MSCI

OJK Pantau Potensi Penghapusan Saham Indonesia dari Indeks MSCI
Foto: Ilustrasi OJK Pantau Potensi Penghapusan Saham Indonesia dari Indeks MSCI.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengantisipasi adanya emiten asal Indonesia yang berpotensi keluar dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada evaluasi global yang dijadwalkan Selasa (12/5/2026). Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme penyesuaian berkala terhadap kriteria kapitalisasi dan likuiditas pasar.

Sebagaimana dilansir dari Money, MSCI saat ini menerapkan perlakuan khusus bagi saham-saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan sangat tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Kebijakan tersebut mencakup penghentian sementara penambahan emiten baru dari Indonesia ke dalam indeks internasional tersebut.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa penyesuaian komposisi saham dalam sebuah indeks adalah proses normal yang dilakukan secara reguler. Ia menegaskan bahwa pihak otoritas telah mengetahui adanya kebijakan pembekuan penambahan saham baru dalam evaluasi kali ini.

ÔÇ£Kan kemungkinan ada saham yang akan disesuaikan ya. Ini namanya rebalancing index kan. Jadi ya kalaupun besok pengumumannya kita tunggu, kan mereka udah bilang freeze kan, jadi gak ada yang baru yang masuk, tapi yang lama mungkin akan keluar,ÔÇØ ujar Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Regulator menilai bahwa tekanan pasar jangka pendek yang muncul akibat evaluasi ini adalah konsekuensi dari upaya pembenahan fundamental. Friderica menganalogikan proses perbaikan sistem pasar modal ini seperti kondisi kesehatan tubuh manusia yang sedang menjalani pemulihan.

ÔÇ£Dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai shorten pain lah, tapi insya Allah long term gain. Jadi kalau kita melakukan perbaikan-perbaikan, tentu kan kalau badan rasanya mungkin agak gak enak dikit, tapi ke depan semakin sehat pasar modal kita,ÔÇØ paparnya Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

OJK menekankan pentingnya menjaga integritas pasar meskipun terdapat potensi fluktuasi akibat keluarnya emiten tertentu dari indeks global. Upaya penguatan kualitas emiten dan penegakan hukum terus dilakukan untuk menjaga stabilitas jangka panjang.

ÔÇ£Jadi kalau kita mau lakukan perbaikan, itu supaya kita kan melakukan perbaikan fundamental, segala kemungkinan bisa terjadi,ÔÇØ beber Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Kekuatan pasar modal domestik saat ini dinilai lebih tangguh dengan basis investor yang telah mencapai angka 26 juta orang. Peningkatan jumlah investor ritel dan institusi diharapkan mampu meredam dampak gejolak eksternal.

ÔÇ£Kalau sekarang ya kan investor kita 26 juta gitu, dan kemudian semakin banyak investor yang di pasar kita, baik itu retail dan kita dorong, supaya bagaimana institusi juga semakin banyak masuk ke pasar saham Indonesia,ÔÇØ tukas Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Berdasarkan data pasar, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi sorotan karena masuk dalam kategori kepemilikan terkonsentrasi. Kedua emiten tersebut menghadapi risiko terdepak dari indeks MSCI karena faktor likuiditas dan aksesibilitas investasi.

Artikel terkait

Rekomendasi